JAKARTA, AFU.ID — Bagi banyak orang di kota besar, internet cepat sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Mulai dari bekerja secara daring, menonton film melalui layanan streaming, berbelanja online, hingga berkomunikasi lewat video call. Namun, pengalaman yang sama belum tentu dirasakan masyarakat di daerah terpencil.
Pemerintah baru saja membuka seleksi penggunaan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk memperkuat layanan 4G dan 5G. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses internet sekaligus meningkatkan kualitas jaringan di berbagai wilayah Indonesia.
Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi menjelaskan bahwa frekuensi 700 MHz memiliki kemampuan menjangkau area yang lebih luas dibandingkan frekuensi lain. Karena itu, pita frekuensi ini dinilai cocok untuk menghadirkan layanan internet ke daerah perbatasan, kepulauan, dan wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan jaringan.
“Karakteristik frekuensi 700 MHz mampu menjangkau wilayah yang lebih luas dengan jumlah BTS yang lebih sedikit,” kata Heru.
Bagi masyarakat, kehadiran jaringan yang lebih baik bukan sekadar soal kecepatan internet. Koneksi yang stabil dapat membuka akses pendidikan daring, layanan kesehatan digital, peluang usaha berbasis internet, hingga pekerjaan jarak jauh yang kini semakin umum.
Namun, Heru mengingatkan bahwa pelepasan frekuensi baru belum otomatis membuat seluruh wilayah menikmati layanan yang sama. Jika biaya spektrum terlalu tinggi, operator bisa lebih fokus mengembangkan jaringan di kawasan yang dianggap menguntungkan secara bisnis.
Akibatnya, masyarakat di kota mungkin lebih cepat merasakan peningkatan kualitas internet, sementara warga di daerah terpencil masih harus menunggu pembangunan jaringan baru.
Padahal, kebutuhan terhadap konektivitas terus meningkat. Banyak aktivitas sehari-hari kini bergantung pada internet, mulai dari mengakses layanan pemerintah, mengikuti kelas online, hingga memasarkan produk melalui media sosial.
Karena itu, keberhasilan lelang frekuensi tidak hanya diukur dari besarnya penerimaan negara, tetapi juga dari seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat. Internet yang lebih merata dapat membantu memperkecil kesenjangan digital sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi warga di berbagai daerah.
Dalam konteks gaya hidup, pertanyaan terbesarnya bukan siapa yang memenangkan frekuensi baru, melainkan apakah masyarakat di pelosok akhirnya bisa menikmati pengalaman digital yang sama dengan warga perkotaan. (RHU)