JAKARTA, AFU.ID — Pidato Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 20 Mei 2026, sejatinya dapat menjadi titik balik penting dalam arah kebijakan struktural ekonomi.
Akan tetapi, para pihak maupun investor asing justru mengabaikan pidato berapi-api sang Kepala Negara selama satu setengah jam lebih tersebut.
Pasar keuangan dan pasar modal domestik mengalami tekanan hebat, yang tercermin dari pergerakan nilai tukar rupiah yang terus saja melemah.
Sama halnya dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan keluarnya modal asing selama sepekan usai Prabowo Subianto berpidato.
Data Perbandingan Kurs IDR Terhadap USD
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukkan tingkat volatilitas yang sangat ekstrem.
Mata uang garuda memang terpantau telah tertekan sebelum pidato kepresidenan, tapi setelahnya justru terus merosot tajam ke rekor terendah baru.
Berikut data pergerakan kurs Indonesia Rupiah (IDR) terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) sebelum dan setelah Presiden Prabowo Subianto berpidato di Rapat Paripurna DPR RI berdasarkan Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR):
1. Senin, 18 Mei 2026:
2. Selasa, 19 Mei 2026:
Kurs IDR-USD = Rp17.719,00 per USD;
Perubahan Harian = Turun 53 basis poin (bps);
Status Periode = Sebelum pidato.
3. Rabu, 20 Mei 2026:
Kurs IDR-USD = Rp17.685,00 per USD;
Perubahan Harian = Apresiasi 34 bps;
Status Periode = Hari pidato.
4. Kamis, 21 Mei 2026:
Kurs IDR-USD = Rp17.673,00 per USD;
Perubahan Harian = Apresiasi 12 bps;
Status Periode = Setelah pidato.
5. Jumat, 22 Mei 2026:
Kurs IDR-USD = Rp17.717,00 per USD;
Perubahan Harian = Depresiasi 44 bps;
Status Periode = Setelah pidato.
6. Senin, 25 Mei 2026:
Kurs IDR-USD = Rp17.743,00 per USD;
Perubahan Harian = Depresiasi 26 bps;
Status Periode = Setelah pidato.
7. Selasa, 26 Mei 2026:
Kurs IDR-USD = Rp17.789,00 per USD;
Perubahan Harian = Depresiasi 46 bps;
Status Periode = Setelah pidato.
Data Perbandingan Kinerja IHSG
IHSG mencatat penurunan performa harian yang cukup ekstrem menjelang pidato kepresidenan di gedung parlemen.
Sehari kemudian, Indeks Harga Saham Gabungan di pasar modal Indonesia bahkan menyentuh titik terendah sepanjang tahun 2026 ini.
Kendati sempat pulih secara terbatas pada akhir pekan kemarin dan awal pekan ini, IHSG kembali longsor terjerembab ke zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026) sore.
Berikut data pergerakan IHSG sebelum dan setelah Presiden Prabowo Subianto berpidato di Rapat Paripurna DPR RI:
1. Senin, 18 Mei 2026:
Level Penutupan = 6.599,24;
Perubahan Harian = Melemah 1,85%;
Nilai Transaksi Harian = Rp20,72 triliun
Status Periode = Sebelum pidato.
2. Selasa, 19 Mei 2026:
Level Penutupan = 6.370,68;
Perubahan Harian = Melemah 3,46%;
Nilai Transaksi Harian = Rp25,81 triliun;
Status Periode = Sebelum pidato.
3. Rabu, 20 Mei 2026:
Level Penutupan = 6.318,50;
Perubahan Harian = Melemah 0,82%;
Nilai Transaksi Harian = Rp22,36 triliun;
Status Periode = Hari pidato.
4. Kamis, 21 Mei 2026:
Level Penutupan = 6.094,94;
Perubahan Harian = Melemah 3,54%;
Nilai Transaksi Harian = Rp18,49 triliun;
Status Periode = Setelah pidato.
5. Jumat, 22 Mei 2026:
Level Penutupan = 6.162,04;
Perubahan Harian = Menguat 1,10%;
Nilai Transaksi Harian = Rp21,56 triliun;
Status Periode = Setelah pidato.
6. Senin, 25 Mei 2026:
Level Penutupan = 6.206,35;
Perubahan Harian = Menguat 0,72%;
Nilai Transaksi Harian = Rp16,95 triliun;
Status Periode = Setelah pidato.
7. Selasa, 26 Mei 2026:
Level Penutupan = 6.130,19;
Perubahan Harian = Melemah 1,23%;
Nilai Transaksi Harian = Rp17,85 triliun;
Status Periode = Setelah pidato.
Perbandingan Aliran Dana Asing di Pasar Modal Indonesia
Peta pergerakan modal asing menunjukkan aksi jual bersih (net sell) yang sangat masif di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pola transaksinya beralih dari pelepasan agresif pascapidato menjadi penjualan berskala raksasa pada awal pekan ini, berikut data lengkapnya:
1. Senin, 18 Mei 2026:
Transaksi Bersih Investor Asing = Net sell Rp460 miliar;
Saham Transaksi Asing Terbesar = Pelepasan BREN (Rp153 miliar) dan AMMN (Rp149 miliar);
Status Akumulasi Transaksi = Sebelum pidato.
2. Selasa, 19 Mei 2026:
Transaksi Bersih Investor Asing = Net buy Rp306 miliar;
Saham Transaksi Asing Terbesar = Akumulasi beli MDKA (Rp340,77 miliar) dan ADRO (Rp207,45 miliar);
Status Akumulasi Transaksi = Sebelum pidato.
3. Rabu, 20 Mei 2026:
Transaksi Bersih Investor Asing = Net sell Rp130 miliar;
Saham Transaksi Asing Terbesar = Tekanan jual mulai menyebar secara acak;
Status Akumulasi Transaksi = Hari pidato.
4. Kamis, 21 Mei 2026:
Transaksi Bersih Investor Asing = Net sell Rp508 miliar;
Saham Transaksi Asing Terbesar = Pelepasan intensif pada emiten komoditas dan perbankan;
Status Akumulasi Transaksi = Setelah pidato.
5. Jumat, 22 Mei 2026:
Transaksi Bersih Investor Asing = Net sell Rp1,06 triliun;
Saham Transaksi Asing Terbesar = Penjualan BBCA (Rp322 miliar) dan BMRI (Rp288 miliar);
Status Akumulasi Transaksi = Setelah pidato.
6. Senin, 25 Mei 2026:
Transaksi Bersih Investor Asing = Net sell Rp2,22 triliun;
Saham Transaksi Asing Terbesar = Penjualan masif BMRI (Rp248,64 miliar), AMMN (Rp226,2 miliar), AMRT (Rp161,11 miliar);
Status Akumulasi Transaksi = Setelah pidato.
7. Selasa, 26 Mei 2026:
Transaksi Bersih Investor Asing = Net sell Rp1,59 triliun hingga Rp1,88 triliun;
Saham Transaksi Asing Terbesar = Penjualan berlanjut pada saham-saham perbankan dan large caps;
Status Akumulasi Transaksi = Setelah pidato.
Sepanjang tahun berjalan hingga 25 Mei 2026, akumulasi pelepasan dana asing di pasar modal Indonesia secara keseluruhan telah melampaui Rp43,85 triliun. (ADR)