AFU.id

Prabowo Target Tutup 800 BUMN per 31 Desember 2026, Negara Hemat Rp70 Triliun

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Perbaikan tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus menjadi perhatian Pemerintah Republik Indonesia (RI). Salah satunya dengan coba memangkas perusahaan negara dari yang jumlahnya mencapai 1.000 lebih.

Prabowo Target Tutup 800 BUMN per 31 Desember 2026, Negara Hemat Rp70 Triliun
Presiden RI, Prabowo Subianto memberi sambutan dalam peresmian lima bendungan baru yang berpusat di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, Jumat (10/7/2026). (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Ambisi Prabowo Bangkitkan Industri Strategis Nasional

Presiden Prabowo Subianto juga menyinggung kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang berfungsi untuk menguatkan perekonomian nasional. Baginya, super holding BUMN itu akan menjadi kekuatan ekonomi rakyat Indonesia yang disatukan untuk memperkuat arah pembangunan nasional.

“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, kita sekarang punya dana kedaulatan sendiri, sovereign wealth fund yang namanya Danantara. Sekarang mungkin sudah kelima terbesar di dunia, ini adalah dana kekuatan ekonomi rakyat Indonesia,” ujar Presiden RI.

Selain membenahi BUMN, Presiden RI menegaskan komitmennya untuk mempertahankan dan membangkitkan industri strategis nasional. Ia menyebut sejumlah perusahaan strategis yang sebelumnya sempat direncanakan untuk dijual, kini justru diarahkan untuk diperkuat.

Contohnya adalah Perusahaan Terbuka Penataran Angkatan Laut (PT PAL) dan PT Pindad yang telah menunjukkan perkembangan. Kepala Negara pun menilai, kemampuan industri pertahanan Indonesia telah menunjukkan hasil nyata dan kian mendapat pengakuan.

“PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat dan canggih, seperti kapal selam. PT Pindad baru saja dapat kontrak dari Arab Saudi untuk membangun semua senapan dan senapan mesin tentaranya,” pungkas Prabowo Subianto. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi