AFU.id

Panen Raya di 43 Lokasi, Hasilkan 72.045 Ton Tebu Senilai Rp51,87 Miliar

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Pemerintah Indonesia mengadakan panen raya serentak di 43 lokasi, menghasilkan 72.045 ton tebu senilai Rp51,87 miliar, sebagai bagian dari upaya swasembada pangan nasional yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kegiatan ini, yang dipusatkan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, menjelaskan bahwa panen tersebut melibatkan semua matra TNI dalam mendampingi komoditas pertanian, serta menyoroti potensi hilirisasi tebu untuk meningkatkan nilai ekonomi nasional.

Panen Raya di 43 Lokasi, Hasilkan 72.045 Ton Tebu Senilai Rp51,87 Miliar
Presiden RI, Prabowo Subianto menghadiri panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jatim, Jumat (17/7/2026). (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)

Panen Raya Tebu Hasilkan Rp51,87 Miliar

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan panen raya serentak merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Sehingga, seluruh matra ikut memberikan pendampingan terpadu guna mewujudkan ketahanan pangan di tanah air. Adapun ketiga matra itu adalah TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL), dan TNI Angkatan Udara (AU).

“Jadi, TNI Angkatan Udara melaksanakan pendampingan terpadu pada komoditas tebu. Kemudian TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai dan TNI Angkatan Darat pada komoditas pada,” ujar Jenderal Agus Subiyanto.

Panglima TNI menyebut, Panen Raya Terintegrasi di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare. Pihaknya mengestimasi hasil panen tebu mencapai 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata Rp720 ribu per ton. Sehingga, total nilai ekonomi dari kegiatan ini mencapai sekitar Rp51,87 miliar.

“Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya. Yang mana, ini bisa meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” papar Jenderal Agus Subiyanto.

Pada kesempatan yang sama, Teddy Indra Wijaya selaku Sekretaris Kabinet (Seskab) turut memberikan komentar. Ia menyebut, Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk terus mendorong produktivitas pertanian nasional. Termasuk memperkuat hilirisasi dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Bapak Presiden Prabowo ingin memastikan penguatan sektor pangan dilakukan secara terpadu. Mulai dari bagaimana meningkatkan produksi, pendampingan kepada petani, sampai dengan hilirisasi. Sehingga, mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat,” ucap Seskab Teddy. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi