JAKARTA, AFU.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk menambah anggaran pembangunan sektor pertanian di Tanah Papua. Langkah ini diambil guna memperluas pengembangan komoditas unggulan daerah, mendongkrak kesejahteraan petani lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa penambahan anggaran untuk tahun depan ini siap dialokasikan demi merespons kebutuhan masyarakat Papua yang merasakan dampak positif dari program tersebut. Rencana ini disampaikan Mentan saat berdialog dengan warga di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (12/7/2026).
Sebelumnya, pemerintah telah mengucurkan bantuan pertanian senilai Rp1,3 triliun untuk wilayah Papua Selatan pada tahun anggaran 2026. Bantuan tersebut meliputi penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan jaringan irigasi, jalan usaha tani, gudang, alat pengering (dryer), hingga pembukaan lahan.
Melihat tingginya antusiasme, sejumlah kepala daerah dan perwakilan petani dari berbagai provinsi—seperti Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan—bahkan datang langsung ke Jakarta untuk mengusulkan program serupa.
Menanggapi hal tersebut, Kementan melakukan penyesuaian alokasi agar sesuai dengan karakteristik komoditas setempat. Papua Pegunungan & Papua Tengah: Masing-masing mendapatkan 100 ribu paket peralatan tani untuk komoditas ubi. Untuk wilayah lain, bantuan disesuaikan untuk komoditas kopi, kakao, sagu, hingga kedelai.
Secara akumulatif, total anggaran pertanian untuk Papua pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp3,2 triliun. Jika dihitung dalam dua tahun terakhir, total dukungan finansial pemerintah pusat telah menembus Rp5,3 triliun.
Mentan menegaskan seluruh proyek ini murni didanai negara dan hasilnya sepenuhnya menjadi milik masyarakat. Program ini disambut baik oleh tokoh masyarakat setempat. Mama Yasinta mengungkapkan rasa syukurnya karena aspirasi yang dinantikan warga akhirnya terwujud.
Senada dengan hal itu, Kepala Kampung Wanam sekaligus pemilik hak ulayat, Arnold Awalik, menyatakan dukungan penuh kelompok tani setempat terhadap program pemerintah. Ia berharap pembangunan sawah baru bisa menjadi jalan keluar untuk meningkatkan kesejahteraan warga Wanam yang selama ini sudah memiliki alat namun belum mempunyai lahan persawahan pribadi.
Mendengar aspirasi tersebut, Mentan Amran langsung menyetujui pembukaan lahan sawah seluas 250 hektare di Wanam yang pengerjaannya ditargetkan rampung tahun ini. Selain lahan, Kementan juga akan memasok bantuan traktor, membangun irigasi modern, dan menerapkan teknologi pertanian mutakhir agar Wanam dapat bertransformasi menjadi kawasan percontohan pertanian di Papua.
(ANT/MAR)