JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah menyiapkan tambahan belanja Rp26,34 triliun untuk paket stimulus ekonomi semester II 2026 yang mencakup bantuan pangan, program magang dan vokasi, serta insentif transportasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan tambahan anggaran itu tidak akan mengganggu target defisit APBN 2026.
“Defisit fiskal aman,” kata Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Dari total stimulus tersebut, bantuan pangan mendapat porsi terbesar senilai Rp18,04 triliun. Pemerintah juga mengalokasikan Rp6,26 triliun untuk program magang dan vokasi serta Rp2,04 triliun untuk insentif sektor transportasi.
Paket stimulus disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini. Pemerintah menyatakan belum ada perubahan terhadap postur fiskal 2026 setelah tambahan belanja tersebut diumumkan.
Dalam APBN 2026, pemerintah menargetkan defisit sebesar 2,68 persen terhadap produk domestik bruto atau sekitar Rp689,1 triliun. Hingga Mei 2026, defisit APBN tercatat Rp180,4 triliun atau 0,70 persen dari PDB.
Pendapatan negara sampai Mei mencapai Rp1.185 triliun atau 37,6 persen dari target APBN Rp3.153,6 triliun. Sementara belanja negara telah mencapai Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target Rp3.842,7 triliun.
Pemerintah belum memerinci sumber pembiayaan tambahan stimulus Rp26,34 triliun tersebut, apakah berasal dari efisiensi belanja, realokasi anggaran, atau sumber lain dalam APBN. Rincian itu penting untuk menilai ruang fiskal pemerintah di tengah tekanan belanja dan kebutuhan menjaga defisit tetap sesuai target. (RHU)