JAKARTA, AFU.ID - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat kolaborasi strategis dengan sejumlah pihak di Jepang untuk memperluas akses pasar ekspor bagi produk unggulan pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional. Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kadin Indonesia, Devi Erna Rachmawati, menyebut Jepang sebagai pasar yang sangat strategis mengingat tingginya permintaan terhadap produk pertanian berkualitas dan ramah lingkungan.
Sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan di Tokyo, Jepang, pada Jumat (31/7/2026), yang melibatkan Tokyo SMEs, Komite Bilateral Kadin Indonesia, serta sejumlah mitra bisnis lokal. Kerja sama ini dirancang untuk mendampingi pelaku usaha nasional dalam memenuhi standardisasi, sertifikasi, business matching, hingga penguatan rantai distribusi di Negeri Sakura.
"Kolaborasi ini merupakan langkah nyata Kadin Indonesia dalam memperkuat ekspor nasional. Kami ingin memastikan produk-produk UMKM dan pertanian Indonesia mampu bersaing di pasar Jepang melalui peningkatan kualitas, inovasi, serta kemitraan bisnis yang berkelanjutan," kata Devi dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Pada tahap awal, Kadin Indonesia Bidang Pertanian memprioritaskan ekspor beberapa komoditas unggulan, meliputi produk tempe, cocopeat (media tanam ramah lingkungan untuk hortikultura dan greenhouse), serta pupuk organik penunjang pertanian berkelanjutan.
Selain membuka peluang perdagangan, kemitraan ini difokuskan untuk mendorong masuknya investasi, transfer teknologi, pengembangan industri hilir, dan peningkatan kapasitas UMKM agar mampu bersaing di tingkat global. Melalui kerja sama dengan Tokyo SMEs, Kadin Indonesia berkomitmen mempercepat modernisasi sektor pertanian sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan ekspor.
(ANT/MAR)