JAKARTA, AFU.ID - Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kini tengah fokus mendorong pengembangan program budi daya kepiting bakau (karaka) secara masif. Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas pasokan dan menjamin keberlanjutan ekspor komoditas perikanan unggulan daerah tersebut ke pasar internasional.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan bahwa selama ini aktivitas perdagangan ekspor kepiting dari wilayahnya masih bergantung penuh pada hasil tangkapan liar masyarakat di alam. Pola tradisional ini dinilai tidak lagi ideal untuk menjawab tingginya permintaan pasar global.
"Kabupaten Mimika selama ini sangat bergantung pada hasil tangkapan alam. Padahal, metode tangkap saja tidak bisa menjamin keberlangsungan dan kesinambungan ekspor dalam jangka panjang," ujar Johannes Rettob di Timika, Sabtu (30/5/2026).
Johannes menjelaskan, sebagai daerah eksportir, kepastian kuota ketersediaan barang menjadi harga mati saat keran permintaan dari luar negeri terus melonjak. Saat ini, Pemkab Mimika mengonfirmasi telah mengantongi kontrak pesanan dalam jumlah besar dari sejumlah negara Asia.
"Kami sudah mendapatkan pesanan dari Tiongkok, Malaysia, dan Singapura. Untuk memastikan komoditas perikanan kita selalu ada dan siap kirim, maka proses migrasi ke sistem budi daya harus segera kita lakukan," tambahnya.
Berdasarkan data resmi Kantor Bea Cukai Mimika, performa ekspor kepiting bakau dari wilayah Papua Tengah ini menunjukkan grafik yang sangat potensial. Tercatat, sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, volume ekspor kepiting bakau Mimika ke pasar Malaysia dan Singapura telah menembus angka 16,9 ton.
Meski demikian, jalan menuju hilirisasi budi daya ini bukan tanpa hambatan. Johannes mengakui bahwa instansi terkait sebelumnya sempat menguji coba proyek percontohan budi daya kepiting bakau di Kampung Kekwa, Distrik Mimika Tengah, namun hasilnya belum berjalan optimal.
"Tahun lalu sudah kita mulai di Kekwa, tetapi ternyata tidak berjalan maksimal. Kami duga hal itu terjadi karena kurangnya proses pendampingan teknis di lapangan. Karena itu, kami sedang merumuskan pola baru agar ekosistem budi daya kali ini bisa berjalan sukses," pungkasnya.
Selain kepiting bakau, Pemkab Mimika juga memetakan dua komoditas bahari lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi prioritas ekspor daerah, yaitu udang dan berbagai jenis ikan tangkap kualitas premium.
(ANT/MAR)