Jakarta, AFU.ID — Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan bahwa saat ini Indonesia sudah menjadi tujuan investasi oleh para investor asing karena dengan banyak kemudahan-kemudahan dalam proses berinvestasi.
"Mereka (investor asing) sudah banyak memuji bahwa pembangunan di Kabupaten Batang (Kawasan Industri Terpadu Batang) sangat cepat. Mereka impresif dan merasa bahwa Indonesia merupakan negara tujuan investasi yang diinginkan oleh banyak investor asing," katanya di Batang, Jawa Tengah, Rabu.
Menurut dia, para investor sudah membuktikan proses pembangunan dalam waktu hanya 15 bulan hingga 16 bulan, pabrik sudah bisa berdiri, berbeda dengan negara lain seperti Amerika yang harus menghabiskan waktu hingga 24 bulan.
"Ya, Pemerintah akan mensupport untuk ekspor mereka (investor) untuk menggunakan bahan baku dalam negeri serta mendukung hilirisasi dan industrilisasi di sini. Kawasan industri di sini memang keren," katanya.
Usai meresmikan PT Elekmetal Longteng Indonesia di Kawasan Industri Terpadu Batang, Faizol Riza menilai kehadiran industri ini akan memperkuat struktur industri logam nasional.
Sektor manufaktur, kata dia, masih menjadi penggerak utama ekonomi nasional dengan pertumbuhan mencapai 5,08 persen pada kuartal IV 2025 dan industri logam dasar bahkan tumbuh mencapai 14,76 persen.
"Industri grinding ball memiliki peran strategis dalam rantai pasok sektor pertambangan dan semen sehingga mendukung hilirisasi sumber daya alam dan pembangunan infrastruktur nasional," katanya.
Ia mengatakan dengan beroperasinya fasilitas ini maka kapasitas produksi grinding ball nasional diproyeksikan meningkat dari sekitar 280 ribu ton menjadi 480 ribu ton per tahun.
"Hal ini diharapkan dapat memperkuat substitusi impor sekaligus mendorong peningkatan ekspor produk logam bernilai tambah," katanya.
Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Batang Ngurah Wirawan menyebutkan investasi ini menunjukkan efisiensi tinggi dalam proses pembangunan industri.
"Fasilitas ini menggunakan teknologi robotik untuk meningkatkan keselamatan kerja khususnya dalam penanganan produk grinding ball bersuhu tinggi," katanya.
Menurut dia, pentingnya produk grinding ball sebagai komponen utama dalam pengolahan mineral seperti nikel, aluminium, tembaga, dan emas sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor.
"Untuk mendukung distribusi logistik, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan dry port di kawasan KITB. Fasilitas ini akan mengalihkan distribusi dari truk ke jalur kereta api menuju pelabuhan utama seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak," katanya
(ANT/RAI)