AFU.id

Deflasi Nasional Tutupi Ketimpangan Inflasi Daerah, Beban Masyarakat Masih Berbeda

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi nasional sebesar 0,14% pada Juli 2026, namun situasi inflasi di berbagai daerah menunjukkan ketimpangan yang signifikan, dengan 11 provinsi masih mengalami inflasi meskipun secara keseluruhan terjadi penurunan harga. Perbedaan karakteristik produksi, distribusi, dan konsumsi di tiap daerah menyebabkan tekanan harga yang bervariasi, sehingga keberhasilan pengendalian inflasi secara nasional belum menjamin kesejahteraan yang merata bagi masyarakat. Pemerintah perlu memperhatikan kondisi inflasi daerah untuk menyusun kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran, serta memperbaiki distribusi dan konektivitas logistik agar disparitas biaya hidup dapat diminimalisir.

Deflasi Nasional Tutupi Ketimpangan Inflasi Daerah, Beban Masyarakat Masih Berbeda
Ilustrasi. (Foto: Magnific)

Inflasi Daerah Jadi Ujian Pemerataan Pengendalian Harga

Membaca inflasi daerah menjadi penting agar kebijakan Pemerintah RI tak hanya berorientasi pada rata-rata nasional. Wilayah dengan inflasi tinggi membutuhkan strategi yang berbeda ketimbang daerah yang telah mengalami deflasi. Hal itu karena model pendekatan yang seragam berpotensi mengurangi efektivitas pengendalian harga di lapangan.

Sarpono menyampaikan, rentang inflasi tahunan antarprovinsi masih cukup lebar hingga Juli 2026. “Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 5,47 persen, sedangkan terendah terjadi di Papua Selatan sebesar 1,46 persen,” tuturnya.

Kesenjangan tersebut memperlihatkan masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup yang berbeda, sekalipun berada dalam satu kondisi ekonomi nasional. Wilayah dengan inflasi lebih tinggi tentu membutuhkan pengeluaran lebih besar untuk memperoleh barang dan jasa yang sama. Kondisi itu menjadi pengingat, indikator nasional sebaiknya dibaca bersama data kewilayahan agar kebijakan lebih tepat sasaran.

Oleh karenanya, inflasi daerah layak menjadi perhatian utama dalam evaluasi pengendalian harga nasional. Keberhasilan menjaga inflasi pada level nasional belum cukup apabila disparitas antarwilayah masih lebar dan manfaat stabilisasi harga belum dirasakan secara merata. Pemerintah RI perlu memperkuat distribusi, memperbaiki konektivitas logistik, serta menyesuaikan kebijakan dengan karakteristik ekonomi masing-masing daerah agar ketimpangan inflasi terus menyempit. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi