Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah. (Foto: AFU.ID/Fadhlan Robbani)
AFU.ID - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menegaskan bahwa fondasi fiskal Indonesia tetap dalam kondisi stabil dan terjaga meskipun dihantam berbagai sentimen negatif global. Ketua Banggar menyatakan bahwa pemerintah dan DPR berkomitmen penuh untuk mematuhi koridor hukum terkait defisit anggaran maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sebagaimana diatur dalam UU Keuangan Negara.
Keyakinan ini didasari oleh realisasi rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) dari Januari hingga Maret 2026 yang berada di angka 68,8 USD, masih di bawah asumsi makro. Banggar meminta publik untuk tidak panik menghadapi gejolak pasar global dan pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat terjadi.
"Sebagai Ketua Banggar, kami patuh terhadap Undang-Undang APBN dan Undang-Undang Keuangan Negara. Batasannya 3 persen dari PDB kita. Saya tidak pernah punya pikiran liar untuk berpikir di atas itu. Karena apa? Kalau Indonesia rumah kita bersama, kita jagain betul sedemikian rupa," tegas Ketua Banggar saat memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 12 Maret 2026.
Ia memproyeksikan defisit akan tetap berada di angka 2,68 persen hingga 2,85 persen asalkan pemerintah melakukan penghematan melalui penundaan program non-mendesak. Langkah ini dianggap krusial untuk memberikan kepastian bagi para investor.
"Ini sinyal bagi pasar, sinyal bagi investor. Kami ingin fondasi fiskal kami sehat, stabil, berkelanjutan, dan kami jaga betul," pungkasnya. (*)