Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Timnas Argentina terancam dijatuhi sanksi oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) setelah para pemain membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" usai menyingkirkan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Badan sepak bola dunia itu kini tengah mengkaji laporan pertandingan untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran terhadap aturan yang melarang pesan bermuatan politik di arena pertandingan.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut Komite Disiplin masih mempelajari laporan pertandingan sebelum menentukan langkah lanjutan. "Berdasarkan prosedur standar yang ada, komite disiplin FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan situasi-situasi terkait dengan laga itu sebelum mengambil keputusan lebih lanjut berdasarkan haluan disiplin FIFA," demikian pernyataan FIFA, seperti dikutip BBC, Jumat (17/7/2026).
Kontroversi bermula setelah Argentina memastikan tiket ke final Piala Dunia dengan menundukkan Inggris di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026). Seusai pertandingan, sejumlah pemain, termasuk Lisandro Martínez dan Giovani Lo Celso, merayakan kemenangan sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Malvinas adalah milik Argentina". Aksi tersebut memicu protes dari pemerintah Inggris yang meminta FIFA menyelidiki dugaan pelanggaran terhadap aturan yang melarang simbol maupun pesan politik di stadion.
Tekanan juga datang dari kalangan politik Inggris. Pemimpin Partai Liberal Demokrat Ed Davey meminta FIFA menjatuhkan larangan bermain kepada para pemain Argentina pada laga final melawan Spanyol. Ia menilai kasus tersebut serupa dengan hukuman UEFA terhadap Álvaro Morata dan Rodri yang sempat dijatuhi sanksi satu pertandingan setelah meneriakkan slogan "Gibraltar milik Spanyol" dalam perayaan gelar Euro 2024.
Menurut BBC, FIFA memiliki rekam jejak menjatuhkan sanksi atas tindakan serupa. Asosiasi Sepak Bola Argentina pernah didenda 20 ribu pound sterling pada 2014 karena membentangkan spanduk bertema Malvinas dalam laga persahabatan melawan Slovenia. Sementara itu, gelandang Korea Selatan Park Jong-woo juga pernah dihukum larangan bermain dua pertandingan setelah membentangkan spanduk "Dokdo adalah wilayah kami" pada Olimpiade London 2012.
Spanduk "Las Malvinas son Argentinas" merujuk pada klaim Argentina atas Kepulauan Falkland yang berada di bawah pemerintahan Inggris sejak 1833. Sengketa tersebut memuncak menjadi Perang Falkland pada 1982 yang berlangsung selama 74 hari dan dimenangkan Inggris. Meski konflik bersenjata telah berakhir, kedua negara hingga kini masih mempertahankan klaim masing-masing atas wilayah tersebut sehingga isu Malvinas tetap menjadi persoalan sensitif, termasuk ketika muncul dalam ajang olahraga internasional. (RAI)