JAKARTA, AFU.ID — Keberhasilan Desak Made Rita Kusuma Dewi mempersembahkan medali emas nomor speed putri pada IFSC World Cup Krakow 2026 turut mengungkap cerita di balik keberangkatan tim panjat tebing Indonesia ke Polandia. Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid mengakui tim sempat menghadapi ketidakpastian dukungan pemerintah akibat pemangkasan anggaran sebelum akhirnya tetap diberangkatkan.
Yenny menjelaskan FPTI pada awalnya menerima informasi bahwa pemerintah belum dapat mendukung keberangkatan atlet ke seri Krakow. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan dampak efisiensi anggaran yang memangkas alokasi dana olahraga hingga sekitar 70 persen. Meski begitu, FPTI terus berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar tim Indonesia tetap bisa mengikuti kejuaraan dunia. "Semua jadi harus menyesuaikan anggaran. Kami terus memperjuangkan, dan Kemenpora juga membantu semampunya," kata Yenny dikutip dari Inilah.com, Selasa (7/7/2026).
Menurut Yenny, kepastian dukungan akhirnya diberikan menjelang keberangkatan sehingga Desak bersama atlet lainnya tetap dapat tampil di Krakow dan melanjutkan persiapan menuju seri berikutnya di Chamonix, Prancis. Namun, keterbatasan anggaran memaksa FPTI melakukan berbagai penyesuaian dalam program pemusatan latihan nasional agar pembinaan atlet tetap berjalan meski dengan fasilitas yang lebih terbatas.
Penjelasan Yenny disampaikan setelah pernyataan Desak seusai memastikan medali emas ramai menjadi perhatian publik. Dalam sesi wawancara usai pertandingan, atlet asal Bali itu mengungkap tim Indonesia sempat menghadapi kendala sebelum bertolak ke Polandia. Menurutnya, persoalan tersebut bukan berkaitan dengan kesiapan fisik maupun mental, melainkan ketidakpastian dukungan menjelang keberangkatan.
"Sebenarnya sebelum saya datang ke Krakow, kami memiliki masalah karena pemerintah tidak mendukung kami. Sekarang saya berharap pemerintah selalu mendukung kami untuk kompetisi berikutnya," ujar Desak. Pernyataan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memunculkan berbagai tanggapan publik. Menanggapi hal itu, Desak memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan ucapannya bukan ditujukan untuk menyalahkan atau mengkritik pihak tertentu, melainkan menceritakan tantangan yang dihadapi tim Indonesia sebelum mengikuti rangkaian IFSC World Cup 2026.
Peraih medali emas Asian Games 2022 itu juga menegaskan pemerintah tetap memberikan dukungan kepada para atlet. Menurutnya, masih ada sejumlah hal yang dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar dukungan terhadap atlet Indonesia, khususnya dalam menghadapi kompetisi internasional, dapat semakin optimal. Desak pun berharap semangat kolaborasi antara atlet, federasi, dan pemerintah terus terjaga demi menjaga prestasi Indonesia di panggung dunia. (RAI)