Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Gerhana Matahari Total Agustus 2026: Kapan Terjadi, Jalur Totalitas, dan Mengapa Tak Terlihat di Indonesia?
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Gerhana matahari total terlihat di Dallas, Texas, pada hari Senin, 8 April 2024. (Foto: NASA)
JAKARTA, AFU.ID — Fenomena gerhana matahari total akan kembali menghiasi langit dunia pada Agustus 2026 dan menjadi salah satu peristiwa astronomi paling dinantikan tahun ini. Puncak gerhana diperkirakan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026 pukul 17.46 UTC atau Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 00.46 WIB. Meski menjadi perhatian dunia, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut karena seluruh proses gerhana berlangsung ketika wilayah Indonesia berada di sisi Bumi yang tidak menghadap Matahari.
Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga menutupi seluruh piringan Matahari bagi wilayah yang berada di jalur totalitas, yakni daerah yang dilintasi bayangan inti Bulan (umbra). Fenomena ini akan menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad, daratan utama Spanyol kembali dilintasi jalur gerhana matahari total. Selain Spanyol, jalur totalitas juga akan melintasi sebagian Greenland, Islandia, dan kawasan Samudra Atlantik.
Jalur Gerhana dan Wilayah yang Dapat Menyaksikan
Bayangan inti Bulan atau umbra akan memulai lintasannya dari kawasan dekat Kutub Utara sebelum bergerak ke arah selatan sejauh sekitar 8.260 kilometer dalam waktu sekitar satu setengah jam. Sebagian besar lintasan gerhana berada di atas Samudra Atlantik, sementara durasi totalitas terlama diperkirakan mencapai sekitar dua menit 18 detik di lepas pantai barat Islandia. Setelah itu, bayangan Bulan melintasi sebagian wilayah Portugal dan berakhir di Spanyol sebelum menghilang di kawasan Laut Mediterania.
Wilayah yang berada tepat di jalur totalitas akan mengalami kondisi langit gelap menyerupai senja meski peristiwa berlangsung pada siang hari. Adapun kawasan lain di Eropa, Afrika bagian utara, dan Amerika Utara hanya akan menyaksikan gerhana matahari sebagian karena tidak berada di lintasan utama bayangan Bulan. Fenomena ini juga bertepatan dengan puncak hujan meteor dan parade enam planet sehingga menjadi salah satu momen astronomi paling langka pada 2026.
Fenomena gerhana matahari total Agustus 2026 dipastikan tidak dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia. Saat gerhana berlangsung, Indonesia berada di sisi Bumi yang sedang membelakangi Matahari sehingga seluruh tahapan gerhana berada di bawah horizon. Kondisi tersebut membuat tidak ada satu pun fase gerhana yang dapat disaksikan dari Tanah Air.
Gerhana matahari total Agustus 2026 juga menjadi pembuka menuju fenomena serupa yang diperkirakan lebih spektakuler pada 2027. Jalur totalitas gerhana tahun depan diproyeksikan membentang dari Spanyol menuju Afrika Utara hingga Timur Tengah dengan durasi totalitas mencapai sekitar enam setengah menit. Durasi yang jauh lebih panjang itu membuat gerhana matahari total 2027 diprediksi menjadi salah satu fenomena langit paling istimewa dalam beberapa dekade terakhir. (RAI)