JAKARTA, AFU.ID — Penguatan daya saing industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) di Bali memerlukan penataan infrastruktur penunjang berkelanjutan. Pasalnya, sektor itu menjanjikan dampak perputaran ekonomi daerah jauh lebih besar ketimbang wisata konvensional.
Oleh karenanya, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) menghadirkan Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB). Lembaga nonpemerintah itu akan bertugas untuk mengoptimalkan besarnya potensi pasar pertemuan internasional di Pulau Dewata.
“Kehadiran BaliCEB ini harus menjadi instrumen, semangat, dan kekuatan baru bagi kita semua untuk mewujudkan Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia,” ungkap Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI, Ni Luh Puspa.
“Sekaligus juga menjaga kekuatan Bali dan mendorong terciptanya pariwisata yang berkualitas serta berkelanjutan,” sambung Ni Luh Puspa dikutip AFU.ID dari website Kemenpar RI, Minggu (7/6/2026).
Data International Congress and Convention Association (ICCA) menempatkan Bali pada peringkat 38 dunia. Di mana, Pulau Dewata sukses menggelar 54 konvensi global sepanjang tahun 2025 lalu.
Keunikan budaya dan keramahtamahan masyarakat menjadi keunggulan kompetitif utama sektor pariwisata lokal. Namun, problematika pengelolaan sampah dan kemacetan masih membayangi target capaian global tersebut.
“Setiap destinasi memiliki keunggulannya masing-masing, kekuatan khas Bali adalah kekayaan alam, budaya, dan keramahtamahan masyarakat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelenggaraan kegiatan MICE. Potensi inilah yang perlu terus kita optimalkan agar Bali semakin kompetitif di tingkat global,” tutur Wamenpar Ni Luh.
Ia menyampaikan, lonjakan aktivitas konvensi internasional otomatis meningkatkan okupansi hotel serta pendapatan sektor transportasi. Sehingga, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut menikmati rantai keuntungan ekonomi tersebut.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, lantas meminta jajaran pengurus BaliCEB baru merancang program kerja terukur. Baginya, komitmen kuat sangat penting untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata secara nyata. (ADR)