Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Sejumlah desa di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, terendam banjir setelah Sungai Meureubo meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam dua hari terakhir. Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 20 hingga 49 sentimeter dan mulai menggenangi permukiman warga sejak Minggu (14/6/2026) sore.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mencatat sedikitnya empat desa terdampak banjir luapan tersebut. Wilayah yang terendam meliputi Gampong Canggai, Gampong Lawet, Gampong Seumantok, serta beberapa titik lainnya di Kecamatan Pante Ceureumen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronal Nehdiansyah mengatakan genangan yang terjadi saat ini masih berada pada kategori ringan hingga sedang. Air umumnya setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa meski di beberapa lokasi telah memasuki halaman rumah dan sebagian bangunan warga.
Sampai Minggu malam, BPBD belum menerima laporan adanya warga yang mengungsi akibat banjir tersebut. Masyarakat terdampak masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil mengamankan barang-barang penting dan memantau perkembangan kondisi air. Untuk mengantisipasi kemungkinan banjir meluas, BPBD telah menyiagakan personel di sejumlah titik terdampak.
Petugas melakukan pemantauan rutin terhadap debit sungai dan kondisi genangan di lapangan. BPBD juga terus berkoordinasi dengan aparatur desa serta masyarakat setempat guna memastikan proses pemantauan dan penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi peningkatan debit air.
Warga yang tinggal di sepanjang daerah aliran Sungai (DAS) Krueng Meureubo diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Pasalnya, cuaca di wilayah Aceh Barat masih berpotensi diguyur hujan yang dapat memicu kenaikan debit sungai secara tiba-tiba.
Selain itu, BPBD Aceh Barat akan terus melakukan pembaruan data terkait luas wilayah terdampak maupun jumlah kepala keluarga yang terkena dampak banjir seiring perkembangan situasi di lapangan. (ANT/RAI)