Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA AFU.ID — Tantangan utama penanganan sampah di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, masih datang dari aliran sampah yang terbawa dari wilayah hulu. Kondisi ini membuat sampah terus menumpuk di kawasan pesisir meski sudah dilakukan pembersihan secara berkala
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris, Jumat (5/6/2026), menjelaskan Pemprov DKI telah menempatkan petugas di sejumlah titik hulu untuk menahan sampah agar tidak terbawa hingga ke kawasan pesisir. Upaya ini dilakukan dengan pemasangan sekat dan saringan sampah sebagai langkah pencegahan sejak dari sumber aliran.
Afan pun menyebutkan pembersihan tumpukan sampah di kawasan Muara Angke ditargetkan selesai pada Sabtu sore ini. Pembersihan sampah itu dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dengan mengerahkan personel, alat berat, dan armada pengangkut sampah.
Dalam proses pembersihan tersebut, kata Afan, dikerahkan sebanyak 100 petugas lapangan, dua ekskavator amfibi, serta tiga kapal pengangkut sampah. Setelah pembersihan selesai, DLH DKI akan melakukan pengawasan dan inspeksi rutin untuk mencegah sampah tidak kembali menumpuk.
Selain pembersihan, Pemprov DKI juga memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke badan air. Afan mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air, kali, waduk, situ, embung, maupun badan air lain karena dapat mencemari lingkungan dan meningkatkan risiko banjir.
“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan terhindar dari berbagai dampak negatif, termasuk banjir,” tutur Afan. (ANT/RAI)