AFU.id

Ruang Pelestarian Diperluas, Budaya Jadi Identitas Jakarta Menuju Kota Global Jelang 500 Tahun

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Pelestarian budaya Jakarta terus diperkuat menjelang peringatan 500 tahun kota pada 2027, dengan acara seni bertajuk Kharisma Batavia Menuju Jakarta yang berlangsung di Balai Kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya ruang ekspresi budaya di berbagai lokasi, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga identitas budaya di tengah perkembangan kota sebagai pusat ekonomi global. Ia juga menggarisbawahi bahwa pelestarian budaya, termasuk keberlangsungan kebaya sebagai warisan budaya, harus tetap menjadi prioritas meskipun terdapat pengetatan anggaran.

Ruang Pelestarian Diperluas, Budaya Jadi Identitas Jakarta Menuju Kota Global Jelang 500 Tahun
Salah satu pertunjukan seni dan budaya dalam Kharisma Batavia Menuju Jakarta di Balai Kota Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Foto: Pemprov DKI Jakarta)

Kolaborasi Perkuat Identitas Budaya Jakarta

Lebih lanjut, Pramono Anung mengapresiasi Perhimpunan Kebayaku yang konsisten menjaga keberlangsungan kebaya sebagai warisan budaya bangsa. Ia pun menilai, kebaya bukan sekadar busana tradisional tanah air. Akan tetapi, telah menjadi simbol sejarah, jati diri, dan nilai luhur yang harus tetap relevan bagi generasi muda.

“Apalagi, seperti kita ketahui bersama, kebaya merupakan warisan budaya takbenda UNESCO yang sudah diakui. Jadi, kalau bukan kita yang merawat, pasti tidak akan ada. Mau kebayanya Betawi, budaya Encim, Jawa, Madura, atau apa pun, yang jelas Pemprov DKI Jakarta sebagai kota yang multikultural, multietnik, dan terbuka bagi siapa pun siap mendukung pelestariannya,” tutur Pramono.

Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, pelestarian budaya tetap menjadi prioritas, sekalipun pemprov sedang menjalankan efisiensi anggaran. Hal itu seiring dengan capaian pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,59%. Bahkan, memberikan kontribusi yang mencapai 16,67% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Pramono Anung lantas menyatakan, keberhasilan pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku seni, dan masyarakat. Dengan sinergi itu, Ia mengharapkan budaya menjadi kekuatan utama yang memperkokoh posisi Jakarta sebagai kota global tanpa kehilangan identitas lokalnya. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi