JAKARTA, AFU.ID — Sumarna, petugas keamanan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, ditemukan meninggal dunia mengapung di tepian waduk dengan kedua tangan terborgol ke belakang. Korban masih mengenakan seragam lengkap setelah sebelumnya menjalankan piket malam di kawasan objek vital tersebut. Kondisi tidak wajar itu membuat keluarga mendesak kepolisian mengusut penyebab kematian korban hingga tuntas.
Keberadaan Sumarna mulai dicari setelah rekan kerjanya tidak dapat menghubungi korban sejak sekitar pukul 03.00 WIB. Kepala petugas keamanan bersama warga kemudian menyisir kawasan waduk hingga menemukan jasad korban sekitar pukul 11.00 WIB. Korban ditemukan di dalam air dengan borgol yang biasa menjadi bagian dari perlengkapan kerjanya masih mengikat kedua tangan.
Keluarga telah memberikan persetujuan kepada kepolisian untuk melakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian Sumarna. Jenazah sempat dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk pemeriksaan forensik. “Karena korban meninggal di air dan ada hal yang janggal, posisinya tangan terborgol ke belakang. Tolong usut tuntas sesuai jalur hukum,” kata paman korban, Ocid (25/07/26).
Sebelum ditemukan meninggal, Sumarna dikabarkan sempat menegur sekelompok pemuda yang hendak mencoret-coret kawasan Waduk Jatiluhur. Kelompok tersebut diduga kembali mendatangi lokasi beberapa hari setelah teguran berlangsung. Polisi kini mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat dalam aksi vandalisme untuk mengetahui apakah perselisihan tersebut berkaitan dengan kematian korban.
Penyidik telah mengamankan sepeda motor dan alat komunikasi genggam milik korban serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Telepon seluler Sumarna belum ditemukan dan masih dicari sebagai bagian dari penyelidikan. Polisi belum menetapkan tersangka maupun menyimpulkan motif karena masih menunggu hasil autopsi dan pengumpulan alat bukti.
Hingga kini, belum diketahui bagaimana borgol milik korban dapat mengunci kedua tangannya di belakang tubuh. Kepolisian juga belum mengumumkan apakah ditemukan luka kekerasan atau barang milik korban yang hilang. Hasil pemeriksaan forensik diharapkan menjadi petunjuk untuk menentukan apakah Sumarna tenggelam atau meninggal akibat tindakan pihak lain. (RHU)