JAKARTA, AFU.ID — Dua bocah berusia 11 tahun diduga diserang buaya saat mandi di sungai sebelum berangkat sekolah di Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Seorang korban bernama Dzaki meninggal dunia, sedangkan temannya, Aldi, selamat dengan luka pada kaki kanan. Peristiwa itu terjadi pada 04/08/26 sekitar pukul 13.00 WIB.
Kedua bocah tersebut mandi di tepi sungai karena baru dijadwalkan masuk sekolah pada pukul 14.00 WIB. Keluarga mulai mencari setelah keduanya tidak kunjung pulang untuk bersiap berangkat. Saat tiba di tepi sungai, keluarga mendapati salah seorang korban telah hanyut.
Warga yang berada di lokasi juga melihat seekor buaya muncul sekitar 20 meter dari tempat kedua bocah itu mandi. Dzaki dan Aldi kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Sukarejo. Hasil pemeriksaan medis menyatakan Dzaki meninggal dunia, sementara Aldi menjalani perawatan akibat luka pada kaki kanannya.
Kapolsek Betara AKP Frans Septiawan Sipayung mengatakan polisi menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 14.00 WIB. Personel Polsek Betara, Unit Reskrim, dan Bhabinkamtibmas Desa Serdang Jaya kemudian mendatangi Puskesmas Sukarejo untuk memastikan kondisi korban dan mengumpulkan informasi awal.
“Setelah menerima informasi, kami bersama personel piket, Unit Reskrim Polsek Betara dan Bhabinkamtibmas Desa Serdang Jaya langsung menuju Puskesmas Sukarejo untuk memastikan kondisi kedua korban serta melakukan penanganan awal,” kata Frans. Polisi belum menyampaikan hasil pemeriksaan lebih lanjut mengenai jenis maupun jumlah buaya yang berada di sungai tersebut.
Polisi telah berkoordinasi dengan puskesmas dan pemerintah setempat untuk memasang spanduk peringatan di sekitar sungai. Lokasi tersebut diduga menjadi habitat buaya sehingga masyarakat diminta menghentikan aktivitas mandi dan bermain di tepian sungai. Imbauan terutama ditujukan kepada anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga kini, belum ada keterangan mengenai langkah penanganan buaya di lokasi tersebut oleh instansi yang membidangi konflik satwa. Kepolisian baru mengumumkan pemasangan tanda peringatan dan peningkatan kewaspadaan masyarakat. Warga diminta segera melapor apabila kembali melihat buaya mendekati permukiman atau tempat beraktivitas. (RHU)