Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Houthi Serang Kapal Kargo MV Tihamah di Yaman: Satu WNI Tewas, Dua Lainnya Luka
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Kapal kargo MV Tihamah diserang oleh kelompok Houthi di Selat Bab al-Mandeb, Yaman, yang mengakibatkan enam orang tewas, termasuk seorang warga negara Indonesia (WNI), dan sepuluh lainnya terluka. Serangan pertama menyebabkan kebakaran pada kapal yang mengangkut sebelas awak, di mana empat awak, termasuk satu WNI, tewas, sementara serangan kedua menargetkan tim penyelamat yang sedang melakukan evakuasi. Kementerian Luar Negeri RI sedang memverifikasi informasi mengenai korban WNI, dengan satu WNI dilaporkan mengalami luka ringan dan satu lainnya mendapatkan perawatan medis.
Kapal kargo MV Tihamah diserang oleh kelompok Houthi di Selat Bab al-Mandeb, Yaman, yang mengakibatkan enam orang tewas, termasuk seorang warga negara Indonesia (WNI), dan sepuluh lainnya terluka. (Foto: X/Ariel Oseran)
JAKARTA, AFU.ID — Serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah di dekat Selat Bab al-Mandeb, lepas pantai Yaman, menewaskan enam orang. Keenam korban tersebut terdiri dari empat awak kapal, termasuk seorang warga negara Indonesia (WNI) dan dua anggota pasukan penyelamat. Serangan tersebut juga menyebabkan 10 orang terluka.
Serangan pertama menyebabkan kebakaran dan kerusakan besar pada kapal yang membawa 11 awak, terdiri dari delapan warga Pakistan dan tiga WNI. Penjaga pantai Yaman menyebut empat awak kapal yang tewas dalam serangan awal terdiri dari tiga warga Pakistan dan satu WNI. Setelah serangan itu, tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi para awak yang berada di kapal.
Situasi kembali memburuk ketika operasi penyelamatan berlangsung. Sebuah serangan kedua disebut menghantam lokasi tim penyelamat yang sedang melakukan evakuasi awak MV Tihamah. Serangan tersebut menewaskan dua anggota pasukan yang terlibat dalam operasi tanggap darurat sekaligus menyebabkan sejumlah orang lainnya terluka.
Kelompok Houthi mengakui telah menargetkan sebuah kapal di Selat Bab al-Mandeb pada Selasa (11/8/2026). Melalui media yang berafiliasi dengan kelompok tersebut, Houthi menyebut kapal yang diserang membawa peralatan militer milik Arab Saudi. Klaim tersebut disampaikan setelah rangkaian serangan terhadap MV Tihamah yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Kemlu Verifikasi Kondisi WNI
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membenarkan tiga WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) MV Tihamah menjadi korban serangan drone Houthi. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan satu WNI mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit, sedangkan satu WNI lainnya terluka dan telah mendapat perawatan medis. "Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut, namun informasi tersebut masih dalam proses verifikasi," kata Heni, Rabu (12/8/2026).
Informasi mengenai WNI yang meninggal sebelumnya disampaikan sejumlah media internasional, termasuk Al Arabiya dan Al Hadath. Namun, Kemlu masih melakukan verifikasi untuk memastikan kondisi WNI tersebut. KBRI Muscat juga terus memantau perkembangan dan telah terhubung dengan para ABK WNI di kapal MV Tihamah. (RAI)