JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok memunculkan persoalan baru terkait data penumpang. Manifes keberangkatan mencatat 131 orang berada di atas kapal, terdiri dari 114 penumpang dan 17 awak, tetapi Tim SAR kemudian mencatat sebanyak 173 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 172 orang selamat dan satu penumpang meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan proses pencocokan data masih dilakukan untuk memastikan jumlah sebenarnya orang yang berada di atas kapal. Penyisiran juga tetap dilakukan guna memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal atau belum ditemukan. Hingga kini, terdapat selisih 42 orang antara manifes awal dan jumlah korban yang sudah dievakuasi.
"Kami tetap melakukan pola pencarian sesuai laporan masyarakat. Penyisiran laut dikerahkan menggunakan armada milik Kantor SAR Denpasar, sedangkan pantauan udara dibantu oleh helikopter SGI," kata Hariyadi, Rabu (12/8/2026). Ia mengatakan pemantauan visual sementara belum menemukan korban lain di laut. Tim SAR tetap berkoordinasi dengan pengelola kapal untuk mencocokkan data manifes.
KMP Putri Yasmin terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Laporan kebakaran diterima Kantor SAR Mataram sekitar pukul 04.39 WITA setelah api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 04.15 WITA. Kapal saat itu berada di perairan dekat Sekotong, Lombok Barat.
Data awal dari Pelabuhan Padangbai menyebut kapal membawa 114 penumpang dan 17 awak termasuk nakhoda. Dari 114 penumpang tersebut, 44 orang tercatat sebagai pengemudi dan penumpang kendaraan, 53 sebagai penumpang kendaraan roda dua, serta 17 penumpang pejalan kaki. Dengan demikian, jumlah orang dalam manifes tercatat 131 orang.
Namun, jumlah korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi kemudian melampaui angka tersebut. Tim SAR mencatat 173 orang telah dievakuasi hingga siang, terdiri atas 172 korban selamat dan satu meninggal dunia. Pihak SAR menyatakan jumlah pasti penumpang masih harus diverifikasi bersama data manifes dan manajemen kapal.
Satu korban meninggal diketahui merupakan perempuan asal Kota Mataram. Jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sementara sejumlah korban selamat mendapatkan pemeriksaan medis setelah tiba di darat. Penyebab kematian korban belum diumumkan secara pasti.
Proses evakuasi melibatkan Basarnas, TNI AL, kepolisian, Syahbandar, sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi, hingga helikopter untuk melakukan penyisiran dari udara. Sebagian penumpang dievakuasi menuju Pelabuhan Lembar dan sebagian lainnya ke Padangbai. Lebih dari 200 personel dikerahkan dalam operasi penyelamatan tersebut.
Penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin hingga kini belum diketahui. Kapal dilaporkan masih berada di laut dalam kondisi terbakar dan sedikit miring ketika operasi SAR berlangsung. Pihak berwenang menyatakan pemeriksaan mengenai penyebab kebakaran serta pencocokan jumlah penumpang akan dilakukan setelah proses penyelamatan dipastikan selesai.
Selisih antara manifes dan jumlah korban yang dievakuasi kini menjadi salah satu hal yang harus dijelaskan dalam penanganan insiden tersebut. Pencocokan data penting untuk memastikan seluruh orang yang berada di atas kapal teridentifikasi dan tidak ada penumpang yang belum tercatat dalam operasi SAR. Tim gabungan masih melanjutkan penyisiran sambil memverifikasi data penumpang KMP Putri Yasmin. (RHU)