JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran melanda kawasan hutan lindung di kaki Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, sejak Minggu (2/8/2026) dan hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Api terus menyebar ke sejumlah titik akibat kondisi medan yang sulit dijangkau dan angin kencang di kawasan tersebut. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 713 hektare, Api diduga berasal dari puntung rokok pendaki, namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
Pada awal penanganan, luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar 300 hektare dan terus bertambah seiring munculnya titik api baru. Petugas juga menghadapi kendala akses karena sebagian lokasi kebakaran berada jauh dari jalan dan sulit dimasuki kendaraan pemadam. "Kendalanya untuk pemadaman di hutan atau lahan itu biasanya kondisi medan, karena titik api berada di hutan yang sulit untuk petugas masuk dengan membawa air banyak," kata Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Sulut, Danny Repi.
Kondisi tersebut membuat pemadaman masih mengandalkan penanganan dari darat dengan peralatan yang dapat dibawa langsung oleh petugas. Situasi semakin sulit karena hembusan angin membuat api bergerak dan berpotensi menyebar ke kawasan lain. "Sementara api itu terus berjalan dan kondisi angin bertiup cukup kencang," ujar Danny.
Memasuki laporan penanganan hari keempat, masih ditemukan lima titik api di kawasan kaki Gunung Soputan melalui wilayah Kecamatan Silian Raya. Pemerintah Kabupaten Mitra memperkirakan luas lahan yang terbakar sepanjang 3-6 Agustus mencapai 713 hektare, dengan cuaca berangin menjadi salah satu faktor yang memperluas area terdampak. "Masih terdapat adanya lima titik api yang masih belum bisa dipadamkan," terang Kepala Satpol-PP dan Damkar Mitra, Irwan Abdjulu.
Pemadaman dilakukan secara gabungan dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, Polisi Kehutanan, Manggala Agni, pemadam kebakaran dari sejumlah daerah, serta perangkat pemerintah daerah. Sejumlah peralatan turut dikerahkan, antara lain sepeda motor BPBD dan Manggala Agni, ekskavator, mobil tangki, kendaraan water cannon, truk Brimob, ambulans, serta kendaraan operasional lainnya. Upaya penanganan juga disertai rapat koordinasi lintas sektor dan kaji cepat untuk menentukan langkah lanjutan di lapangan.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum dipastikan dan pendataan kerugian material masih berlangsung. Sebelumnya sempat muncul dugaan api berasal dari puntung rokok pendaki, tetapi informasi tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan resmi mengenai sumber kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara masyarakat sekitar diimbau tetap waspada, tidak melakukan pembakaran sembarangan, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. (RAI)