Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Isu Bom di Intan Jaya Papua Ternyata Hoaks, Hanya Komponen Lonceng Gereja
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Pemkab Intan Jaya melakukan verifikasi lapangan dan pengecekan langsung terhadap benda mencurigakan yang dianggap bom oleh netizen di Gereja Kingmi. (Foto: Humas Polri)
JAKARTA, AFU.ID — Isu bom di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, yang menggemparkan dunia maya ternyata hanya hoaks belaka. Otoritas setempat telah mengonfirmasi, benda mencurigakan yang netizen anggap sebagai bahan peledak merupakan komponen dari lonceng Gereja Kingmi yang terjatuh.
Melansir website Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Minggu (7/6/2026), kepastian tersebut hadir usai Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya. Kedua pihak melakukan verifikasi lapangan dan pengecekan langsung demi mencegah munculnya keresahan publik pada Kamis (4/6/2026) lalu.
Wakil Bupati Intan Jaya, Elias Igapa, menyampaikan komitmen pihaknya untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Perwakilan Pemkab Intan Jaya, Yohakim Mujiaju, yang ikut melakukan pengecekan langsung ke lokasi, menegaskan isu bom tersebut tidak benar adanya.
“Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” ungkap Yohakim Mujiaju.
Sementara itu, Irjen Pol Faizal Ramadhani selaku Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 turut memberi keterangan. Ia menyatakan setiap informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat, harus diverifikasi secara cermat sebelum akhirnya disimpulkan sebagai suatu ancaman keamanan.
“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penanganan informasi yang berkembang di masyarakat. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya,” tuturnya.
Irjen Pol Faizal Ramadhani menilai, penyebaran informasi yang belum melewati proses verifikasi dapat memicu keresahan publik. Bahkan, sangat berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan situasi keamanan yang tak kondusif.
Senada dengan Kombes Pol Adarma Sinaga yang menjabat Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara petugas keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan media dalam menjaga stabilitas keamanan di tanah Papua.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang langsung melakukan pengecekan ke lapangan. Sehingga, fakta yang sebenarnya dapat segera diketahui oleh masyarakat,” ujar Kombes Pol Adarma Sinaga.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk dapat mencegah berkembangnya informasi yang tidak benar. Juga untuk menjaga situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat, red) tetap aman serta kondusif,” sambungnya.
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi pascaisu bom tersebut. Juga berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi penyebaran informasi yang bersifat provokatif maupun menyesatkan.
Mereka mengimbau masyarakat agar senantiasa memverifikasi setiap informasi yang masuk melalui sumber resmi dan tak mudah menyebarkannya. Sehingga, stabilitas kamtibmas di Kabupaten Intan Jaya maupun wilayah Papua dapat terus terjaga.
Di sisi lain, Pemkab Intan Jaya juga berencana menyampaikan klarifikasi resmi kepada masyarakat melalui saluran komunikasi publik. Langkah itu agar informasi yang benar dapat diterima secara luas dan menghindari munculnya spekulasi lanjutan. (ADR)