JAKARTA, AFU.ID – Revitalisasi SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, baru memasuki tahap penandatanganan perjanjian setelah bangunan sekolah mengalami kerusakan sejak Januari 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan mengundang kepala sekolah ke Jakarta untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama sebelum perbaikan dimulai.
Sekolah tersebut masuk dalam prioritas revitalisasi 2026 karena mengalami kerusakan berat. Namun, Kemendikdasmen belum mengumumkan jadwal pembangunan maupun target penyelesaiannya. Direktur Jenderal PAUD PNFI Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan prosesnya masih dikoordinasikan dengan pihak sekolah, dinas pendidikan, dan BBPMP Jawa Tengah. “Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut,” kata Gogot dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Pemerintah menetapkan tiga kategori sekolah sebagai penerima prioritas revitalisasi, yakni sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta sekolah dengan kondisi rusak berat. SDN Tanggirejo masuk dalam kategori ketiga. Setelah perjanjian ditandatangani, revitalisasi akan dilaksanakan menggunakan mekanisme swakelola. Artinya, sekolah mengelola langsung pekerjaan pembangunan dengan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi.
Target Naik Lebih dari Enam Kali Lipat
Pemerintah awalnya menargetkan revitalisasi terhadap 11.744 sekolah pada 2026 dengan anggaran Rp14 triliun. Cakupan program kemudian ditambah sebanyak 60.000 satuan pendidikan sehingga target keseluruhan meningkat menjadi 71.744 sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Jumlah tersebut lebih dari enam kali lipat dibandingkan target awal. Namun, keterangan pemerintah belum memerinci tambahan anggaran setelah sasaran program diperluas menjadi 71.744 sekolah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti pada pertengahan Juni 2026 menyebut sekitar 70 persen dari target awal 11.744 sekolah telah direvitalisasi. Persentase tersebut belum mencakup tambahan 60.000 satuan pendidikan.
“Beberapa di antaranya sudah bisa selesai pada Juli atau Agustus dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026/2027,” ujar Mu’ti. Pelaksanaan revitalisasi secara swakelola diperkirakan melibatkan sekitar 1,1 juta pekerja. Mereka akan bekerja selama tiga hingga delapan bulan untuk menangani pembangunan maupun pengadaan kebutuhan sekolah.
“Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 sekolah itu sekitar 1,1 juta orang,” kata Mu’ti. SDN Tanggirejo menjadi salah satu sekolah dalam target tersebut. Meski telah ditetapkan sebagai prioritas, tahapan pembangunan masih menunggu penandatanganan perjanjian kerja sama dan penetapan jadwal pelaksanaan. (FAD)