JAKARTA, AFU.ID — Lagi-lagi warga harus turun tangan memperbaiki jalan rusak yang semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kali ini, warga Desa Manunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, bergotong royong menambal Jalan Veteran menggunakan tanah dan batu hasil sumbangan pribadi. Jalan berstatus milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara itu telah rusak parah, kerap tergenang, dan disebut berulang kali menyebabkan pengendara terjatuh.
Perbaikan swadaya dilakukan di sepanjang jalan sekitar 500 meter yang menghubungkan Kabupaten Deli Serdang dengan Kota Medan. Warga bekerja sejak siang hingga malam untuk menutup lubang-lubang besar yang membahayakan ribuan pengendara setiap hari. Material tanah terus berdatangan setelah sejumlah warga dan pengusaha ikut memberikan bantuan.
Seorang pemilik panti menyumbangkan lima truk tanah untuk menimbun bagian jalan yang paling parah. Donatur yang sama juga berencana mengirimkan 10 truk tambahan agar lubang dan kubangan dapat ditutup lebih luas. “Setelah ditimbun, lubangnya tidak terlalu parah lagi. Untuk sementara, itulah yang membantu memperbaiki jalan agar menghindari kecelakaan,” kata Kepala Dusun 6 Desa Manunggal Aris Setiawan (26/07/26).
Kerusakan jalan disebut telah berulang kali menyebabkan kecelakaan, terutama ketika lubang tertutup genangan air setelah hujan. Pengendara sepeda motor kesulitan membedakan permukaan jalan dengan kubangan sehingga kerap kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Seorang warga bahkan menyebut pernah ada pengendara yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di lokasi tersebut sekitar satu tahun lalu.
Warga sebelumnya telah mengusulkan perbaikan jalan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan. Proposal dengan perkiraan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,8 miliar juga telah disampaikan kepada pemerintah. Namun, hingga warga memutuskan memperbaiki jalan menggunakan dana dan tenaga sendiri, pembangunan permanen belum juga dilakukan.
Persoalan jalan rusak di kawasan tersebut tidak hanya berada pada permukaan jalan, tetapi juga sistem drainase yang dinilai tidak berfungsi dengan baik. Ketika hujan turun, air menggenangi badan jalan dan mempercepat kerusakan pada bagian yang telah berlubang. Timbunan tanah dan batu dari warga hanya menjadi solusi sementara karena material berpotensi kembali terkikis apabila drainase tidak segera dibenahi.
Aksi warga Desa Manunggal menambah daftar panjang masyarakat yang terpaksa memperbaiki fasilitas publik menggunakan sumbangan pribadi. Gotong royong memang mengurangi risiko kecelakaan untuk sementara, tetapi tidak dapat menggantikan pembangunan jalan yang memenuhi standar keselamatan. Warga kini menunggu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan perbaikan permanen sebelum jalan kembali rusak dan memakan korban. (RHU)