JAKARTA, AFU.ID — Kereta Api (KA) Putri Deli relasi Medan-Tanjungbalai mengalami anjlok setelah bertabrakan dengan truk pasir di perlintasan sebidang tanpa palang antara Stasiun Lubuk Pakam dan Stasiun Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu (2/8/2026). Insiden tersebut mengakibatkan dua as roda keluar dari rel dan lokomotif mengalami kerusakan sehingga perjalanan kereta tidak dapat dilanjutkan. Kecelakaan tersebut menewaskan sopir truk, melukai seorang penumpang, dan membuat seribu lebih penumpang melanjutkan perjalanan menggunakan bus.
Tabrakan terjadi sekitar pukul 14.50 WIB di Kilometer 36+000 ketika KA U98 Putri Deli menabrak dump truk yang melintas di perlintasan tidak terjaga. Benturan keras menyebabkan satu as roda lokomotif dan satu as roda kereta bagasi anjlok. "Lokomotif juga mengalami kerusakan sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan," kata Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo.
PT Kereta Api Indonesia (persero) atau KAI mengirim lokomotif pengganti, gerbong penolong, dan tim teknis dari Stasiun Medan menuju lokasi pada pukul 16.06 WIB. Proses evakuasi rampung setelah kedua as roda yang anjlok berhasil dinaikkan kembali sekitar pukul 19.04 WIB. Selanjutnya, petugas memeriksa kondisi jalur sebelum lokomotif dan kereta bagasi yang rusak dibawa ke Stasiun Lubuk Pakam untuk diteruskan ke Balai Yasa Pulubrayan.
Selama proses penanganan berlangsung, KAI menerapkan pengalihan perjalanan atau overstappen bagi penumpang. Sebanyak 630 penumpang KA Putri Deli tujuan Tebing Tinggi, Kisaran, dan Tanjungbalai diangkut menggunakan 10 unit bus menuju Stasiun Perbaungan untuk melanjutkan perjalanan dengan rangkaian KA U97. Sementara itu, 550 penumpang KA U97 tujuan Medan diberangkatkan menggunakan bus dari Stasiun Perbaungan menuju stasiun tujuan masing-masing.
Meski operasional sempat terganggu, KA U100 Putri Deli keberangkatan Medan pukul 19.05 WIB tetap diberangkatkan tepat waktu menggunakan rangkaian cadangan. Namun, perjalanan KA Sribilah Utama relasi Medan-Rantauprapat mengalami keterlambatan sebagai dampak insiden tersebut. KAI juga memberikan kompensasi berupa service recovery kepada penumpang yang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.
Seluruh penumpang KA Putri Deli dipastikan selamat dalam kecelakaan tersebut, sedangkan masinis mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan keterangan Polres Serdang Bedagai, sopir truk pasir bernama Busito (56) meninggal dunia di lokasi, sementara seorang penumpang bernama Viona Siahaan (21) mengalami luka bakar ringan akibat air panas yang dibawanya tumpah saat benturan terjadi. "Pengemudi truk diduga tidak memperhatikan KA Putri Deli yang datang dari arah Medan menuju Tebing Tinggi sehingga terjadi benturan," terang Kasi Humas Polres Serdang Bedagai AKP Bringin Jaya. (RAI)