JAKARTA, AFU.ID — Ratusan atlet dan pelatih Riau menggelar demonstrasi di gerbang Stadion Utama Riau untuk menuntut pelunasan bonus PON Aceh–Sumut 2024. Aksi berlangsung ketika Pemerintah Provinsi Riau menggelar senam pagi dan penanaman pohon untuk memeriahkan HUT ke-69 Riau. Para atlet menyebut bonus yang mereka terima baru sekitar 43–45 persen dari nilai yang dijanjikan.
Sejak pukul 06.00 WIB, para atlet dan pelatih berkumpul dengan mengenakan seragam PON serta membawa medali yang mereka raih. Sejumlah atlet disabilitas juga mengikuti aksi menggunakan kursi roda dan tongkat. Mereka membentangkan spanduk tuntutan di pintu masuk stadion.
Para peserta turut membawa kardus bertuliskan “Sumbangan untuk Korban Bencana Olahraga” sebagai sindiran kepada pemerintah daerah. Kardus tersebut diperlihatkan kepada pegawai Pemprov Riau yang berdatangan untuk mengikuti rangkaian peringatan hari jadi provinsi.
“Yang dibayarkan baru 43 persen. Sisanya belum ada kejelasan,” kata pelatih angkat berat Riau, Muhammad Luthfi, Kamis (06/08/2026).
Luthfi mengatakan aksi tersebut menjadi puncak kekecewaan atlet dan pelatih setelah hampir dua tahun menunggu hak mereka. Pemerintah sebelumnya disebut menjanjikan sisa bonus akan dibayarkan pada awal tahun, tetapi pencairannya kembali tertunda.
“Kami sudah capek meminta hak kami. Capek bertanding, capek juga minta bonusnya. Kemarin janji awal tahun dibayar, tetapi tidak juga dibayar,” ujarnya.
Atlet atletik peraih medali emas, Budi, mengatakan dirinya dijanjikan bonus sebesar Rp300 juta. Namun, ia mengaku baru menerima sekitar 45 persen dan jumlah yang masuk kembali berkurang setelah dipotong pajak. Budi meminta pemerintah segera membayar sisanya tanpa kembali memberikan janji pencairan.
Pemprov Riau sebelumnya menyetujui pembayaran bonus secara penuh, tetapi dilakukan bertahap karena keterbatasan anggaran. Pada tahap awal, pemerintah menyediakan Rp25 miliar dari total sekitar Rp42 miliar untuk atlet dan pelatih PON, Peparnas, Paralimpiade, serta Pra-Popnas. Besaran yang dibayarkan pada tahap pertama ditetapkan sekitar 45 persen.
Pada April lalu, Pemprov Riau menyatakan telah mengalokasikan Rp28 miliar dalam APBD 2026 untuk menyelesaikan kewajiban tersebut. Sekitar Rp13 miliar diperuntukkan bagi atlet PON, sedangkan sisanya dialokasikan untuk Peparnas. Pemerintah menyebut pencairan tertunda karena arus kas daerah terganggu oleh sejumlah pengeluaran wajib.
Atlet dan pelatih kemudian menerima informasi bahwa pembayaran akan dilakukan pada Juli. Namun, janji tersebut belum terealisasi hingga mereka memutuskan menggelar demonstrasi. Sebagian atlet mengaku harus bekerja sebagai pengemudi ojek hingga petugas parkir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam aksi tersebut, para atlet menunggu Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto yang dijadwalkan menghadiri kegiatan di stadion. Mereka berharap dapat menyampaikan tuntutan secara langsung dan memperoleh kepastian tanggal pelunasan bonus.
Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan terbaru dari Pemprov Riau mengenai tuntutan dalam demonstrasi tersebut. Pemerintah juga belum mengumumkan waktu pencairan sisa bonus yang telah masuk dalam anggaran tahun ini. (RHU)