AFU.id

OPM Serang Pos TNI Saat HUT RI, 9 Perempuan Dibawa Paksa ke Hutan

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Kelompok bersenjata OPM menyerang Pos Keamanan TNI di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua, pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan HUT ke-81 Republik Indonesia, yang mengakibatkan tewasnya seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan. Dalam pelarian setelah diserang balik oleh aparat, OPM diduga membawa paksa sembilan perempuan warga setempat, termasuk dua ibu yang berusaha melindungi anak-anak mereka dan mengalami nasib tragis. Saat ini, pihak Kodim 1710/Mimika masih melakukan pencarian dan pendataan identitas para korban.

OPM Serang Pos TNI Saat HUT RI, 9 Perempuan Dibawa Paksa ke Hutan
OPM Serang Pos TNI di Hari HUT RI, 9 Perempuan Dibawa Paksa ke Hutan. (Ilustrasi)

Dua Ibu Jadi Korban Saat Berusaha Melindungi Anak

Informasi mengenai sembilan perempuan yang dibawa paksa diketahui setelah aparat melakukan penyisiran dan konsolidasi pasca-kontak tembak. Saat Danramil mendatangi permukiman warga untuk mengecek kondisi keamanan, masyarakat melaporkan adanya anggota keluarga mereka yang dibawa pergi kelompok bersenjata.

Jozanda mengatakan sembilan warga yang dibawa paksa seluruhnya perempuan. Dua ibu juga menjadi korban setelah berusaha mempertahankan anak perempuan mereka. "Yang mereka bawa itu sembilan, semuanya perempuan. Dan ada dua orang lagi perempuan juga (ibu). Karena berupaya untuk melindungi anak gadisnya yang dibawa, maka ibu ini ditembak. Yang satu ditembak, yang satu dilempar ke jurang," ungkapnya.

Saat ini, Kodim 1710/Mimika masih mendata identitas para korban dan melakukan pencarian terhadap warga yang dibawa paksa. "Kita masih mencari informasi siapa saja nama-namanya. Kasihan ya, ini perempuan semua," ujar Jozanda. Serangan tersebut juga menyebabkan Pratu Riski Kurniawan gugur setelah terkena tembakan saat kelompok bersenjata menyerang Pos Keamanan Satgas Pam Obvitnas PTFI Yonif 133/YS. Setelah kontak tembak, aparat gabungan memukul mundur kelompok tersebut hingga mereka melarikan diri menuju kawasan hutan sambil membawa paksa sembilan perempuan warga setempat. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi