JAKARTA, AFU.ID — Aktivitas membakar limbah sisa pakan berujung petaka di Kampung Bojong Kelor, Desa Tapos, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Api merembet ke area peternakan hingga menghanguskan tiga los kandang dan menewaskan 104 ekor domba Garut. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp380 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBDPK Pandeglang Hidayat mengatakan api diduga berasal dari pembakaran limbah sisa pakan yang dilakukan seorang pekerja tidak jauh dari kandang. Aktivitas tersebut dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB sebelum api kemudian merambat ke bangunan peternakan. Kondisi kandang yang sebagian besar berbahan kayu membuat kobaran api dengan cepat membesar.
"Informasinya, sekitar pukul 14.00 WIB salah seorang pekerja sedang melakukan pembakaran limbah sisa pakan domba Garut yang dibudidayakan di lokasi tidak jauh dari kandang," kata Hidayat, Selasa (11/8/2026). Sekitar satu jam kemudian, api mulai terlihat menjalar ke area kandang. Tiga los kandang kemudian ikut dilalap api.
"Api kemudian merambat dan langsung membakar kandang sampai tiga los bedeng kandang yang terbuat dari material kayu," ujar Hidayat. Sebanyak 104 ekor domba yang berada di dalam kandang tidak berhasil diselamatkan. Api juga sempat mengancam rumah-rumah warga karena lokasi peternakan berhimpitan dengan permukiman.
Warga yang mengetahui kebakaran lebih dulu berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Petugas pemadam kebakaran kemudian diterjunkan setelah laporan diterima melalui Call Center Pusdalops BPBDPK Pandeglang. Proses pemadaman berlangsung sekitar 50 menit hingga api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke rumah warga.
Seorang warga bernama Agus mengatakan kobaran api membesar dengan cepat karena kondisi sekitar kandang kering. Ia menyebut warga sempat berjibaku memadamkan api sebelum kendaraan pemadam tiba. "Awalnya bakar pakan pas musim kemarau, lama-lama api menjalar dan membesar," kata Agus.
Saat kebakaran terjadi, pemilik peternakan diketahui sedang berada di luar kota. Sementara istri, anak pemilik, serta pekerja berada di rumah yang terletak di belakang kawasan kandang. Tidak ada korban jiwa maupun luka dari manusia dalam kejadian tersebut.
Kerugian terbesar berasal dari ratusan ternak yang mati serta tiga los kandang yang hangus. BPBDPK Pandeglang memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp380 juta. "Kerugian hewan yang terbakar dan bangunan kandang kurang lebih mencapai Rp380 juta," ujar Hidayat.
Data BPBDPK tersebut sedikit berbeda dengan keterangan warga yang memperkirakan sekitar 100 ekor kambing mati dan kerugian Rp350 juta. Namun, laporan yang mengutip BPBDPK mencatat jumlah akhir sebanyak 104 ekor domba Garut dengan kerugian sekitar Rp380 juta. Penyebab kebakaran sementara diduga berasal dari api pembakaran limbah pakan yang merembet ke kandang. (RHU)