JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 53 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam menghentikan sementara operasional dapur dan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penghentian ini terjadi karena proses pencairan anggaran ke rekening virtual account (VA) masing-masing unit belum sepenuhnya masuk.
Koordinator SPPG Batam, Defri Frenaldi, mengatakan penghentian operasional bersifat sementara dan akan segera kembali normal begitu dana tersedia di rekening masing-masing dapur. “Ketika anggaran di VA sudah masuk, SPPG langsung melayani kembali. Insya Allah besok sudah kembali melayani,” ujar Defri saat dihubungi di Batam, Rabu.
"Hari Senin kemarin (8/6), jumlah yang berhenti lebih dari 55 SPPG. Sekarang yang tidak operasional tercatat 53. Artinya, sudah ada beberapa SPPG yang kembali beroperasi," tambahnya. Menurut Dafri, beberapa unit sudah kembali menerima pencairan sehingga dapat beroperasi lagi secara bertahap.
Ia menegaskan, durasi penghentian operasional di setiap SPPG tidak seragam. Ada yang hanya berhenti satu hari, sementara lainnya terhenti hingga dua hari menunggu proses transfer anggaran selesai. Situasi tersebut membuat layanan di sejumlah titik sempat tidak berjalan optimal. Namun pihak SPPG memastikan kondisi ini hanya bersifat sementara.
Berdasarkan data terbaru, dari total 147 SPPG yang tersebar di Kota Batam, sebanyak 86 unit telah kembali beroperasi. Sementara 53 unit masih belum aktif dan delapan unit lainnya belum beroperasi karena statusnya masih baru. Kondisi paling banyak terjadi di Kecamatan Sagulung yang mencatat 10 SPPG belum beroperasi. Disusul Batam Kota dan Sei Beduk yang masing-masing mencatat sembilan unit nonaktif.
Di Kecamatan Batu Aji dan Sekupang, masing-masing terdapat enam SPPG yang belum beroperasi. Sementara di Bengkong dan Nongsa masing-masing empat unit masih berhenti layanan. Untuk wilayah Lubuk Baja, tercatat tiga SPPG belum beroperasi hingga saat ini. Adapun di wilayah kepulauan seperti Bulang dan Belakang Padang, masing-masing hanya satu unit yang terdampak penghentian sementara.
Sementara itu, Kecamatan Batu Ampar dan Galang menjadi wilayah yang tidak terdampak penghentian layanan. Seluruh SPPG di dua kecamatan tersebut masih beroperasi normal. Meski masih terdapat puluhan unit yang belum aktif, pihak SPPG optimistis layanan MBG akan kembali normal secara bertahap. Kepastian itu bergantung pada masuknya dana operasional ke masing-masing rekening VA.
Defri menambahkan, koordinasi terus dilakukan agar proses pencairan dapat dipercepat. Ia berharap seluruh SPPG dapat segera kembali menjalankan layanan seperti biasanya. Dengan mulai masuknya dana secara bertahap, SPPG menargetkan operasional penuh dapat segera pulih dalam waktu dekat. Program MBG pun diharapkan kembali berjalan stabil di seluruh wilayah Batam. (ANT/RAI)