AFU.id

Utang Whoosh Bikin WIKA Tertekan, Bagaimana Danantara Menyelamatkannya?

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

PT Wijaya Karya (WIKA) menghadapi tekanan keuangan akibat keterlibatannya dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh, yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp483,80 miliar pada kuartal I 2026. Danantara Indonesia sedang mencari solusi untuk pembayaran cicilan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada China Development Bank (CDB) guna membantu WIKA, yang merupakan pemegang saham kedua terbesar di konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dengan kepemilikan 33,36 persen. Selain WIKA, sejumlah BUMN lainnya juga menghadapi masalah keuangan yang perlu diselesaikan secara bertahap.

Utang Whoosh Bikin WIKA Tertekan, Bagaimana Danantara Menyelamatkannya?
Kereta Cepat Whoosh (ANTARA)

WIKA Catat Rugi Rp483 Miliar

Secara konsolidasi, WIKA membukukan rugi Rp1,13 triliun pada kuartal I 2026. Kerugian tersebut meningkat 45,73 persen dibandingkan rugi Rp780,17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam laporan keuangan 2025, WIKA mencatat bagian kerugian dari PT PSBI sebesar Rp1,66 triliun berdasarkan porsi kepemilikan sahamnya.

Pada 2024, bagian kerugian WIKA dari PT PSBI tercatat sebesar Rp1,57 triliun. WIKA menjadi pemegang saham terbesar kedua di PT PSBI. Sementara KAI merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 58,53 persen. Selain WIKA, Dony mengatakan terdapat sejumlah BUMN karya dan anak usahanya yang juga menghadapi persoalan keuangan.

Danantara, kata dia, akan menangani persoalan tersebut satu per satu. "Jadi saya hanya berupaya menyelesaikan satu per satu. Bagaimana kemudian ini semuanya menjadi proper dan benar," ujar Dony. Ia mengatakan persoalan yang dihadapi sejumlah BUMN merupakan peninggalan yang perlu diselesaikan secara bertahap dengan mempertimbangkan waktu dan sumber daya. "Kemarin problem Adhi Properti. Itu masih satu-satu diberesin. Itu kan peninggalan-peninggalan yang harus dibereskan pada saat ini," kata Dony. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi