Temuan sekitar 995 senjata di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, yang tetap berlangsung normal, menurut kuasa hukum yayasan, Hermawanto. Pembongkaran ruangan tempat senjata ditemukan dilakukan di luar jam sekolah, dan pihak yayasan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan KPAI untuk memastikan kondisi sekolah tetap kondusif selama penyelidikan oleh kepolisian, yang juga menemukan barang-barang lain seperti amunisi dan narkotika. Yayasan berharap Gubernur DKI Jakarta dapat mengunjungi sekolah untuk meninjau situasi pendidikan pasca-temuan tersebut.
Senjata api dan amunisi yang ditemukan di ruangan Kepala Yayasan Sekolah di Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Istimewa
JAKARTA, AFU.ID - Temuan sekitar 995 senjata di sebuah yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tidak menghentikan kegiatan belajar mengajar. Pihak yayasan memastikan aktivitas siswa tetap berjalan normal. Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengatakan pembongkaran ruangan tempat senjata ditemukan dilakukan di luar jam sekolah sehingga tidak mengganggu kegiatan pendidikan.
Menurutnya, aktivitas siswa tetap berlangsung seperti biasa. Sekolah juga tidak mengalami gangguan meski kepolisian tengah menyelidiki temuan tersebut. “Hari ini baik-baik saja, semua berjalan dengan baik, semua pendidikan berjalan lancar, anak-anak juga sedang pada bermain-main, sedang belajar, dan semua seperti tidak ada apa-apa,” ujar Hermawanto saat ditemui wartawan di sekolah tersebut, Jumat (7/8/2026).
Seluruh senjata yang ditemukan juga telah diamankan kepolisian sehingga tidak lagi berada di lingkungan sekolah. Hermawanto mengatakan pihak yayasan kini berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dan kondisi sekolah tetap kondusif selama penyelidikan berlangsung.
Yayasan juga berharap Pramono dapat datang langsung ke sekolah untuk melihat kondisi kegiatan pendidikan setelah temuan ratusan senjata tersebut. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada atensi dari beliau untuk berkenan hadir kemari untuk memastikan bahwa proses belajar mengajar itu semua berjalan lancar, bahkan lebih baik dari kondisi yang kemarin,” katanya.
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki temuan sekitar 995 senjata di lingkungan yayasan sekolah tersebut. Selain senjata, polisi juga menemukan sejumlah barang lain yang kini turut didalami, termasuk amunisi, narkotika, dan CD yang diduga memuat konten pornografi. Meski penyelidikan masih berjalan, pihak yayasan memastikan kegiatan sekolah tidak terdampak. Para siswa tetap mengikuti pembelajaran dan aktivitas sekolah seperti biasa. (FAD)