AFU.ID, JAKARTA - Konektivitas infrastruktur nasional di koridor Jawa Barat semakin menguat dengan pembukaan fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan sepanjang 52 kilometer.
Langkah strategis dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia (PU RI) tersebut bertujuan mendukung kelancaran arus balik Lebaran 2026, khususnya bagi kendaraan Golongan I dari arah Bandung.
Ruas fungsional tersebut menjadi jalur alternatif krusial untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di ruas tol utama Jakarta-Cikampek dan Jalan Layang MBZ.
Menteri PU RI, Dody Hanggodo menyampaikan bahwa kesiapan jalur tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan mobilitas yang aman dan efisien bagi pemudik.
“Kementerian PU memastikan kesiapan infrastruktur konektivitas nasional agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik maupun arus balik dengan lebih aman, nyaman, dan efisien,” ungkapnya di Jakarta.
“Pembukaan fungsional Japek II Selatan ini menjadi salah satu upaya konkret untuk mengurai kepadatan di koridor utama dan memberikan alternatif jalur bagi masyarakat,” sambungnya.
Secara teknis, jalur yang difungsikan mencakup empat seksi utama, mulai dari kawasan Setu, Sukaragam, Sukabungah, hingga mencapai wilayah Sadang sepanjang puluhan kilometer.
Pengguna jalan dari Bandung menuju wilayah Jakarta Selatan, Bogor, hingga Tangerang Selatan mulai merasakan efisiensi waktu tempuh berkat adanya opsi jalur baru tersebut.
“Perjalanan terasa lebih lancar dan waktu tempuh lebih efisien karena tidak harus melewati titik kepadatan di jalur utama,” ungkap Andra Oktaviani, salah satu pengguna jalan.
Setali tiga uang dengan Muhammad Ali yang menuju Tangerang Selatan, menurutnya jalur alternatif tersebut memberikan kendali perjalanan yang lebih baik sekalipun masih tahap fungsional.
Jalan Tol Japek II Selatan nantinya akan memiliki panjang total 64,05 km dan menghubungkan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) langsung menuju Tol Purbaleunyi.
Proyek strategis tersebut dilengkapi dengan tujuh Gerbang Tol (GT) utama, termasuk GT Jatiasih dan GT Sadang, guna mempermudah akses keluar masuk kendaraan di simpul ekonomi.
Meskipun telah dibuka, Kementerian PU RI mengimbau para pengendara untuk tetap waspada dan mematuhi rambu-rambu karena beberapa titik masih dalam tahap konstruksi akhir.
Kehadiran tol tersebut diproyeksikan tidak hanya berfungsi saat musim mudik, tetapi juga menjadi penggerak logistik yang memperkuat konektivitas infrastruktur nasional setiap harinya.
Integrasi antarmoda dan antarruas tol di Pulau Jawa terus diakselerasi guna menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi antarwilayah di Indonesia.
Pemerintah optimistis penyelesaian seluruh seksi Japek II Selatan akan memberikan dampak jangka panjang bagi penataan ruang dan pertumbuhan kawasan industri di Jawa Barat.