JAKARTA, AFU.ID - Ratna Sari Dewi Soekarno menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin. Istri Presiden pertama RI Soekarno itu tiba sekitar pukul 07.10 WIB untuk mengikuti rangkaian acara peringatan kemerdekaan. Kehadirannya menarik perhatian setelah Dewi mengaku terkejut melihat banyak perubahan di kawasan Istana yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya pada era pemerintahan Soekarno.
Dewi tampil mengenakan kebaya putih bermotif renda yang dipadukan dengan kain batik bernuansa cokelat kemerahan. Penampilannya dilengkapi bros di bagian dada serta aksesori anting. Di sela rangkaian acara, perempuan kelahiran Jepang tersebut mengenang kondisi kompleks Istana pada masa lalu.
Dewi mengatakan wajah kawasan Istana saat ini telah berubah dibandingkan ketika dirinya masih berada di lingkungan kepresidenan. Salah satu perubahan yang paling ia perhatikan adalah munculnya bangunan di area yang menurut ingatannya dahulu berupa halaman luas. “Saya kaget sekali istananya sudah ganti banyak ya, ada gedung yang dulu tidak ada,” kata Dewi, Senin (17/8/2026).
Ia mengenang area antara Istana Negara dan Istana Merdeka yang pada masa lalu memiliki halaman terbuka lebih luas. Kini, menurut Dewi, terdapat bangunan yang sebelumnya belum ada di kawasan tersebut. Perubahan itu menjadi salah satu hal yang langsung menarik perhatiannya ketika kembali hadir dalam peringatan kemerdekaan di Istana.
Keterikatan keluarga Soekarno dengan Istana Merdeka memiliki sejarah panjang sejak awal masa Republik Indonesia. Sekretariat Negara mencatat Soekarno bersama keluarganya mulai mendiami Istana Merdeka setelah tiba kembali di Jakarta dari Yogyakarta pada 28 Desember 1949. Upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan di Istana Merdeka kemudian pertama kali diselenggarakan pada 1950.
Ratna Sari Dewi, yang memiliki nama asli Naoko Nemoto, lahir di Tokyo pada 6 Februari 1940 dan kemudian menikah dengan Soekarno. Arsip Nasional Republik Indonesia mencatat Soekarno memberinya nama Ratna Sari Dewi, sementara dari pernikahan tersebut keduanya memiliki seorang putri bernama Kartika Sari Dewi Soekarno. Dewi kemudian lebih dikenal publik dengan sebutan Dewi Soekarno.
Kehadiran Dewi dalam upacara kemerdekaan di Istana bukan pertama kali terjadi. Arsip Sekretariat Negara mencatat ia juga hadir dalam peringatan HUT ke-64 RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2009 bersama sejumlah anggota keluarga Soekarno. Catatan ANTARA juga menunjukkan Dewi pernah hadir memenuhi undangan peringatan Proklamasi di Istana Merdeka pada 2010.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah setiap tahun pada dasarnya mengundang keluarga presiden dan wakil presiden terdahulu untuk mengikuti rangkaian peringatan kemerdekaan. Namun, kehadiran masing-masing anggota keluarga bergantung pada waktu dan agenda mereka. Tahun ini, Dewi dapat hadir karena kunjungannya ke Indonesia bertepatan dengan rangkaian HUT ke-81 RI.
“Tahun ini kebetulan Ibu Dewi Soekarno sedang berkunjung ke Indonesia dan beliau berkunjung ke Jakarta sehingga karena waktunya pas, kemudian beliau bisa hadir,” ujar Prasetyo. Dewi sendiri menyampaikan harapan singkat ketika ditanya mengenai Indonesia di tengah momentum peringatan kemerdekaan. “ Indonesia selalu maju,” ucapnya.
Kembalinya Ratna Sari Dewi ke Istana pada peringatan 81 tahun kemerdekaan sekaligus membawa kembali ingatan terhadap masa ketika Soekarno menjadi penghuni sekaligus kepala negara pertama yang berkantor di kompleks tersebut. Sejumlah fungsi dan bagian Istana Merdeka memang telah berubah sejak era Soekarno, termasuk ruangan-ruangan yang dahulu digunakan keluarga presiden. Perubahan itulah yang kini langsung dirasakan Dewi ketika kembali mengikuti peringatan kemerdekaan di tempat yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan hidup Bung Karno. (RHU)