Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Pengamanan Lereng Butuh Lahan Luas, Pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3 Dievaluasi
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3 mengalami percepatan pengerjaan fisik, demi menghubungkan wilayah Cibadak hingga Sukabumi Barat.Proyek infrastruktur strategis nasional yang populer dengan sebutan Tol Bocimi itu ditargetkan mampu mengurai kemacetan parah secara masif.
(Foto: Kementerian PU RI)
JAKARTA, AFU.ID — Pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3 mengalami percepatan pengerjaan fisik, demi menghubungkan wilayah Cibadak hingga Sukabumi Barat. Proyek infrastruktur strategis nasional yang populer dengan sebutan Tol Bocimi itu ditargetkan mampu mengurai kemacetan parah secara masif.
Melansir website Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia (PU RI), Sabtu (13/6/2026), progres konstruksi proyek ini sekarang telah mencapai angka 81,49%. Otoritas menargetkan seluruh proses pengerjaan fisik jalan bebas hambatan itu telah rampung total pada kuartal II-2027 mendatang.
Kendati demikian, Kementerian PU RI wajib mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan kerja sebagai prioritas utama selain mengejar target ketepatan waktu. Isu krusial itu menjadi pembahasan utama dalam Kunjungan Kerja Spesifik Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Jumat (12/6/2026) lalu.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, lantas memberi keterangan pers. Ia menyampaikan, pihaknya terus mengevaluasi kejadian longsoran lereng yang melanda kawasan kilometer (KM) 72 pada Mei 2026 lalu.
Wilan Oktavian menjelaskan, pengamanan lereng menjadi aspek yang sangat penting dan krusial dalam pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3. Sehingga, BPJT mengevaluasi seluruh lokasi timbunan dan galian untuk memastikan penerapan kemiringan lereng sesuai dengan standar teknis.
“Langkah ini agar lebih aman dan nyaman digunakan oleh seluruh masyarakat,” ungkap Wilman Oktavian.
BPJT pun berkolaborasi dengan PT TransJabar Toll selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) demi meningkatkan sistem pengamanan lereng rawan tersebut. Upaya teknis itu membutuhkan penambahan lahan yang cukup luas di sekitar area koridor proyek utama.
“Penetapan lokasi sudah keluar dan saat ini dalam proses pembebasan lahan,” tutur Wilman Oktavian.
Tantangan Keselamatan dalam Pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3
Sementara itu, Ridwan Bae selaku Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menuntut pengawasan aktif dari jajaran pemerintah. Baginya, keterlibatan aktif dapat meminimalisir potensi kegagalan konstruksi yang akan membahayakan keselamatan para pengguna jalan kelak.
“Kami meminta pemerintah melakukan pengawasan yang aktif, agar dapat menjadi contoh bagi jalan tol lainnya. Pekerjaan harus diyakini betul sudah kuat, agar ketika sudah beroperasi dengan baik dan aman,” tuturnya.
Sebagai informasi, total panjang keseluruhan rute Jalan Tol Ciawi-Sukabumi dari Seksi 1 hingga Seksi 4 membentang sepanjang 53,15 kilometer. Saat ini, jalur sepanjang 26,40 kilometer telah beroperasi resmi meliputi Seksi 1 Ciawi-Cigombong dan Seksi 2 Cigombong-Cibadak.
Rampungnya seluruh seksi tol tersebut bakal memangkas waktu tempuh perjalanan dari arah Ciawi maupun Bogor menuju Sukabumi secara signifikan. Akses bebas hambatan itu juga memperkuat konektivitas jalan, sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi dan potensi wisata lokal.
Meski begitu, publik mendesak pemerintah konsisten mengawasi proyek bernilai triliunan rupiah tersebut agar tak mengabaikan keselamatan demi mengejar tenggat waktu. Ketegasan pengawasan menjadi pertaruhan besar bagi reputasi Kementerian PU RI dalam menyediakan infrastruktur publik yang aman. (ADR)