JAKARTA, AFU.ID — Istana Negara hingga kini belum membahas sosok pengganti Wakil Menteri Pertanian (Wamentan). Kekosongan kursi Wamentan itu menyusul penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sudaryono kini beralih tugas dari Kementerian Pertanian ke lembaga yang mengurusi Program Makan Bergizi Gratis tersebut sejak dilantik pada Rabu (22/7/2026).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengungkapkan pembahasan mengenai posisi Wamentan memang belum dilakukan karena pelantikan Sudaryono di BGN baru berjalan satu hari. Ia menegaskan pemerintah saat ini masih memprioritaskan proses transisi kepemimpinan di lembaga tersebut, ketimbang segera menetapkan pejabat baru di Kementan. Isu pengisian jabatan Wamentan tersebut juga belum masuk dalam pembicaraan di lingkup istana.
Prasetyo pun enggan memastikan kapan proses tersebut akan mulai dibahas. Meski begitu, Prasetyo memastikan pengisian kursi Wamentan tetap akan diputuskan menyusul, bukan dibiarkan kosong tanpa kepastian. "Nanti tunggu, tunggu informasi," ujarnya singkat kepada wartawan Kamis (23/7/2026). Senada, Sudaryono mengaku belum mengantongi kabar apa pun soal posisi yang ia tinggalkan di Kementerian Pertanian. "Enggak tahu, belum ada kabar," ujarnya singkat dalam kesempatan terpisah.
Lebih lanjut, pengisian jabatan Wamentan selanjutnya disebut sebagai hak prerogatif penuh Presiden Prabowo. Di parlemen, Ketua DPR RI, Puan Maharani menyebut belum menerima informasi resmi terkait pergantian posisi tersebut. Ia mengatakan baru mengetahui kabar pengunduran diri Nanik pada hari yang sama dan memilih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum memberikan tanggapan, alih-alih buru-buru berspekulasi soal siapa yang akan mengisi kursi Wamentan.
Kekosongan kursi Wamentan ini muncul di tengah pergantian mendadak kepemimpinan BGN. Eks kepala BGN, Nanik S. Deyang mundur dari kursi Kepala BGN karena harus fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri, sehingga Istana harus segera menunjuk penggantinya tanpa banyak waktu persiapan, dan otomatis meninggalkan kursi Wamentan tanpa pengisi.
Seberapa Penting Peran Wamentan?
Wamentan bukan sekadar jabatan seremonial. Posisi ini berperan mengawal langsung eksekusi program prioritas ketahanan pangan di lapangan, sekaligus membantu Menteri Pertanian mengawasi kebijakan dan mengoordinasikan pemerintah daerah agar keputusan strategis tidak tersendat di tengah luasnya cakupan sektor pertanian. Selain itu, Wamentan kerap ditugaskan menangani persoalan teknis operasional yang berdampak langsung ke petani, mulai dari distribusi pupuk hingga mekanisasi alat pertanian.
Posisi ini juga berperan memitigasi ancaman krisis pangan, termasuk memantau dampak perubahan iklim seperti El Nino. Posisi Wamentan juga berperan memantau gejolak harga pangan global yang bisa mengguncang stabilitas ekonomi domestik. Untuk itu, kekosongan kursi Wamentan yang berkepanjangan berisiko melemahkan respons cepat pemerintah atas persoalan-persoalan tersebut.
Berdasarkan aturan organisasi dan tata kerja Kementerian Pertanian, Wakil Menteri bertugas membantu Menteri dalam memimpin pelaksanaan tugas kementerian. Kerja sama keduanya berada dalam ruang lingkup utama mencakup membantu perumusan dan pelaksanaan kebijakan Kementerian Pertanian. Tak hanya itu, Wamentan juga membantu proses koordinasi pencapaian kebijakan strategis lintas unit organisasi setingkat eselon I di lingkungan Kementan yang mencakup urusan lahan dan irigasi, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan dan kesehatan hewan. (NAD)