JAKARTA, AFU.ID — PT Pertamina (Persero) mempercepat pembangunan ekosistem energi dan mobilitas berkelanjutan secara nasional yang mencakup sektor transportasi darat, laut, hingga udara.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono mengonfirmasi inisiatif transisi energi terintegrasi ini menjadi langkah konkret perusahaan guna merealisasikan target emisi nol bersih pada tahun 2060.
"Pertamina terus mempercepat pengembangan ekosistem energi dan mobilitas berkelanjutan di seluruh sektor transportasi nasional," kata Agung di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Agung merinci implementasi di lapangan mencakup pembangunan fasilitas kendaraan listrik dan bioetanol untuk sektor darat, penggunaan amonia hijau di sektor laut, hingga pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar aviasi.
"Seluruh proses transformasi ini akan dijalankan secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi masa depan," tegas Agung.
Merespons arah kebijakan industri tersebut, Acting Rector Universitas Pertamina, Djoko Triyono menekankan penyediaan solusi energi domestik mutlak memerlukan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.
"Transisi energi tidak dapat dijalankan sendiri oleh industri maupun pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi erat antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat," ujar Djoko pada (22/5).
Pandangan serupa turut disuarakan Guru Besar University of Southern California (USC), Prof. Marlon Boarnet dengan menyoroti komoditas nabati serta solusi berdensitas tinggi merupakan jembatan krusial dalam dekarbonisasi global.
"Transisi energi bukan lagi sekadar masalah kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sudah menjadi transformasi industri global yang wajib dihadapi lewat kolaborasi erat," papar Prof. Marlon.
Sebagai informasi, seluruh diskursus mengenai mobilitas hijau lintas sektor ini mengemuka dalam kuliah umum Studium Generale Sustainability di Jakarta, sebuah forum yang mempertemukan akademisi dan praktisi industri untuk membedah tantangan transisi energi di Indonesia. (ANT/NAD)