AFU.id

Karbon Biru Tarik Investasi AS, KKP Siapkan Proyek Restorasi Mangrove Pantura

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Karbon Biru Tarik Investasi AS, KKP Siapkan Proyek Restorasi Mangrove Pantura
Menteri KP RI, Sakti Wahyu Trenggono (kedua dari kanan) bersama delegasi tim Rubicon Carbon. (Foto: KKP RI)

Karbon Biru Dibidik Masuk Pasar Karbon Global

Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan pemanfaatan teknologi pemantauan terhadap mangrove, padang lamun, dan terumbu karang akan menjadi bagian penting dalam penyusunan data karbon yang kredibel. Data tersebut dibutuhkan agar proyek karbon biru Indonesia memenuhi standar internasional dan memiliki daya saing di pasar karbon global.

Melalui kemitraan tersebut, KKP akan menyusun studi kelayakan, mengembangkan proyek percontohan, memobilisasi investasi, serta membuka akses terhadap pasar karbon internasional. Pemerintah berharap proyek yang dikembangkan mampu menarik pembeli kredit karbon sejak tahap awal implementasi sehingga memberikan kepastian investasi.

“Kami melihat hal ini sebagai kepemimpinan sejati di pasar dalam memulihkan dan melestarikan mangrove. Dari pihak kami, kami sangat menantikan kerja sama dengan KKP, serta menjajaki bagaimana mengembangkan proyek tingkat lanskap yang berkualitas tinggi di Indonesia. Kami berharap dapat menjadikannya contoh berskala kelas dunia tentang bagaimana mereplikasi solusi-solusi ini untuk memulihkan mangrove di seluruh dunia,” ungkap Head of Asia and Head of Asset Management Rubicon Carbon, Flora Ji.

Pengembangan Karbon Biru tidak hanya berpotensi memperkuat pencapaian target penurunan emisi nasional, tetapi juga membuka sumber pembiayaan baru melalui perdagangan karbon dan investasi hijau. Apabila didukung regulasi yang kuat, tata kelola yang transparan, serta pelibatan aktif masyarakat pesisir, program tersebut berpeluang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi biru Indonesia sekaligus meningkatkan nilai ekologis kawasan pesisir dalam jangka panjang. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi