JAKARTA, AFU.ID — Prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi instrumen vital untuk mendongkrak daya saing sektor pariwisata nasional.
Melansir website Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI), Minggu (31/5/2026), Menteri Widiyanti Putri Wardhana menyatakan prinsip tersebut juga dapat menarik investasi asing.
Hal tersebut karena investor dan mitra internasional kini tak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi semata.
Akan tetapi, telah menyoroti keberlanjutan lingkungan hidup, dampak sosial, dan tata kelola yang transparan.
“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha pariwisata yang tergerak untuk menerapkan prinsip ESG dan memandang aspek keberlanjutan sebagai investasi strategis jangka panjang,” ungkap Menpar Widiyanti.
Guna memacu ekosistem hijau, Kemenpar RI mengeksekusi berbagai proyek konkret di sejumlah destinasi potensial.
Langkah nyata tersebut mencakup pembangunan infrastruktur seperti sistem pengelolaan sampah di Labuan Bajo, revitalisasi kawasan Waterfront City Pangururan di Danau Toba, hingga kajian daya dukung kawasan wisata.
Kemenpar RI juga menggalakkan Gerakan Wisata Bersih yang berjalan selaras dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) inisiasi Presiden Prabowo Subianto.
“Oleh karena itu, saya berharap kita dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pariwisata berkelanjutan,” tutur Widiyanti Putri Wardhana.
“Juga bisa mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berperan lebih aktif dalam membangun kolaborasi lintas sektor,” pungkas Menpar RI. (ADR)