JAKARTA, AFU.ID — Indonesia memanfaatkan panggung UNESCO untuk terus memperkuat komitmennya dalam menjaga integritas informasi, sekaligus meningkatkan keselamatan jurnalis di tengah derasnya perkembangan industri kecerdasan buatan (AI).
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pertemuan ke-70 Bureau of the Intergovernmental Council of UNESCO's International Programme for the Development of Communication (IPDC) yang berlangsung di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menjelaskan perkembangan teknologi saat ini telah mengubah secara fundamental cara masyarakat memproduksi, mengonsumsi, dan mempercayai informasi. "Karena itu, diperlukan kolaborasi global untuk memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kualitas informasi publik," kata Fifi dalam keterangan resminya, Minggu (21/62026).
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia hadir sebagai Wakil Ketua Grup IV IPDC dan turut berpartisipasi dalam pembahasan arah kebijakan pengembangan media global, yang kini menghadapi disrupsi teknologi digital dan kecerdasan artifisial.
Forum yang dibuka oleh UNESCO Assistant Director-General for Communication and Information, Mariya Gabriel, serta dipimpin Chair IPDC Ambassador Kano Takehiro itu, menyepakati sejumlah langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan media, integritas informasi, jurnalisme lingkungan, hingga pemanfaatan AI.
Dalam forum ini, sebanyak 48 proyek internasional untuk periode 2026-2027 disetujui memperoleh pendanaan, sementara isu dampak AI terhadap jurnalisme ditetapkan sebagai salah satu agenda utama dalam Sidang Dewan IPDC mendatang.
Sementara itu, Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Satrya Wibawa, menilai posisi Indonesia sebagai Wakil Ketua Grup IV memberikan peluang strategis untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang, termasuk penguatan kapasitas jurnalis dan pemanfaatan AI bagi infrastruktur media.
"Sebagai Wakil Ketua Grup IV IPDC, Indonesia dapat mendorong langkah-langkah praktis melalui penguatan koordinasi antarnegara anggota, identifikasi kebutuhan prioritas sektor media, peningkatan kapasitas jurnalis, serta memastikan isu keselamatan jurnalis, literasi media, dan transformasi digital menjadi bagian penting agenda kerja IPDC ke depan," ujarnya.
Ia melanjutkan, pembahasan mengenai dampak AI terhadap jurnalisme menjadi sangat relevan bagi Indonesia yang tengah menjalankan transformasi digital secara masif. "Penguatan pemanfaatan AI bagi infrastruktur media Indonesia menjadi isu yang sangat signifikan," lanjutnya.
Bagi Indonesia, pembahasan tersebut dinilai penting karena masa depan media tidak hanya ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kepercayaan publik di tengah banjirnya informasi dan maraknya disinformasi.
Melalui keterlibatan aktif dalam UNESCO IPDC, Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga turut berkontribusi merumuskan arah kebijakan global yang memastikan transformasi digital berjalan inklusif, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan publik. (ANT/NAD)