AFU.id

Benarkah Nanik S Deyang Mundur dari BGN karena Masalah Kesehatan? Ini Fakta-fakta yang Melingkupi

Bagikan:

Penulis: Agung Riyadi

Ringkasan Berita

Nanik Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) melalui akun Facebook-nya, yang disebabkan oleh masalah kesehatan jantung yang mengharuskannya menjalani pengobatan di luar negeri. Dalam pernyataannya, Nanik menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan menerima persetujuan untuk mundur, meskipun ia tetap akan terlibat sebagai ketua dewan pengawas BGN yang akan dibentuk. Selama masa jabatannya yang singkat, Nanik telah melakukan sejumlah reformasi dan perbaikan dalam program peningkatan gizi nasional, serta menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap program tersebut demi masa depan anak-anak Indonesia.

Benarkah Nanik S Deyang Mundur dari BGN karena Masalah Kesehatan? Ini Fakta-fakta yang Melingkupi
Nanik S Deyang saat dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN (Istimewa)

Sentimen Berita

100% sumber condong ke netral

Kiri0%
Netral100%
Okezone
Media Indonesia
Kanan0%

Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu ( 22/7) saya berangkat. Ini bukan karena tidak percaya dokter yg hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yg mau saya tuju.

Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya ( kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang , sumpah trauma akuttt😁😁😁).

Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia. 14 tahun ikut beliau , saya tau persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak -anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka.

Kalau untuk tujuan politis , yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak -anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yg bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama -sama bisa menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita.

Multiplier effect ( efek ganda) dari program MBG juga bisa menggerakan ekonomi bawah atau ekonomi masyarakat. Terbukti kemarin 3 Minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang -buang sayur dan buahnya.

Sejauh ini meski menjabat Kepala BGN tidak lama, saya sudah meletakkan dasar -dasar untuk perbaikan ke depan program MBG, termasuk kemarin sore sdh mengganti 5 eselon satu ( I) yang diambil dari 5 kementerian lembaga, yaitu dari Kemenkes, Kemndikdasmen, Kemenkeu, BPKP dan Kejaksaan. Dengan diambil dari berbagai Kementerian dan lembaga maka ke depan BGN akan diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya.

Saat ini juga sudah dibuat 11 Tim untuk melakukan reformasi total di BGN, mulai tim refocusing yaitu untuk memastikan apakah 62 juta lebih penerima manfaat saat ini tepat sasaran ? Pak presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B ( Balita, Busui dan Bumil) , anak -anak SD -SMP serta siswa semua tingkatan sekolah di kawasan 3T.

Ada juga tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang sudah operasional , karena tidak semua SPPG memenuhi syarat sesui Juknis . Kemudian juga ada tim program MBG di kawasan 3T ( tertinggal, terdepan dan terluar) yang sebagian besar masih sulit dijangkau dengan transportasi umum. Ada juga tim efisiensi dll.

Insyaallah pengganti saya adalah "adik saya" dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yg menyimpang. Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya prens 😁😁😁 Soalnya Kakak Kim dan Ade Ara, sudah tidak mau kompromi untuk kesehatan saya. Mereka minta saya harus membenahi pola makan dan tidak boleh stres. Sejak saya sakit mereka terus cek kegiatan saya ngapain saja, dan makan saya apa ? Olahraganya sudah apa belum? Mereka berdua benar -benar pengawas kesehatan saya...ha ..ha..

Mari kita dukung program MBG, Bismillah ini akan membawa kebaikkan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah.

MAR

Berita Terkait

Pilihan Redaksi