Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Polda Metro Jaya melakukan pendekatan dan negosiasi dengan kelompok mahasiswa di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Langkah ini diambil karena jalur utama Sudirman–Thamrin tengah diprioritaskan untuk rangkaian kendaraan tamu negara.
Penundaan tersebut dilakukan di tengah pengaturan arus lalu lintas yang bersinggungan dengan agenda kenegaraan. Aparat meminta massa aksi tetap berada di Benhil sambil menunggu proses komunikasi dan negosiasi yang dilakukan di lapangan.
“Teman-teman mahasiswa yang mengarah ke Patung Kuda sementara waktu kita minta menunggu sejenak di Benhil,” kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Robby Hefados, Senin (15/6/2026). Ia menegaskan pihak kepolisian masih melakukan komunikasi agar situasi tetap terkendali.
Kondisi tersebut berdampak pada arus lalu lintas di sekitar Benhil yang mengalami perlambatan. Kepadatan terutama terjadi di simpang kawasan itu untuk kendaraan yang menuju Bundaran HI maupun Patung Kuda.
Meski terjadi penumpukan, Ditlantas Polda Metro Jaya memastikan belum ada rekayasa lalu lintas secara total di jalur utama. Polisi hanya mengalihkan sebagian arus untuk mengurangi dampak kepadatan di titik tersebut. Sebagai langkah antisipasi, pengguna jalan menuju Jakarta bagian utara diarahkan melalui jalur alternatif seperti Slipi dan Kuningan.
Personel juga disiagakan di sejumlah titik, termasuk Simpang Susun Semanggi, untuk mengatur arus kendaraan. Di sisi lain, pengamanan ketat juga dilakukan terkait kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Jakarta. Polda Metro Jaya menegaskan jalur VIP harus tetap steril selama agenda berlangsung.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menekankan seluruh personel wajib memastikan keamanan rute tamu negara. Ia meminta agar tidak ada massa aksi yang meluas atau memasuki jalur lintasan Presiden Jerman tersebut. (ANT/RAI)