Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan udara terhadap dua pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, Senin (13/7/2026). Iran mengeklaim serangan tersebut menghancurkan tangki penyimpanan bahan bakar dan sistem pertahanan udara Patriot di Pangkalan Udara Ali Al Salem. Pangkalan Udara Ali Al Salem menjadi salah satu fasilitas militer penting yang digunakan pasukan Amerika Serikat di Kuwait. Ratusan personel AS dilaporkan ditempatkan di pangkalan tersebut.
“Menghancurkan sepenuhnya tangki penyimpanan bahan bakar dan sistem pertahanan udara Patriot di pangkalan AS di Ali Al Salem,” demikian laporan media Iran. Serangan Iran tidak berhenti di Ali Al Salem. IRGC juga menggempur Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber yang berjarak sekitar 48 kilometer dari lokasi pertama. Iran mengeklaim serangan di pangkalan kedua merusak sistem radar FPS yang digunakan untuk mendeteksi ancaman udara.
Namun, klaim Iran mengenai hancurnya tangki bahan bakar, sistem Patriot, dan radar tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh militer Kuwait maupun Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM. CNN dilaporkan telah menghubungi CENTCOM untuk meminta keterangan mengenai kondisi fasilitas dan aset militer AS setelah serangan tersebut. Angkatan Bersenjata Kuwait belum memberikan keterangan terperinci mengenai kerusakan di dua pangkalan tersebut.
Namun, militer membenarkan sistem pertahanan udara telah diaktifkan untuk menghadapi ancaman yang masuk. “Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengumumkan bahwa suara ledakan yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh,” demikian pernyataan militer Kuwait. Suara ledakan terdengar di sejumlah wilayah ketika sistem pertahanan udara Kuwait berusaha mencegat serangan. Belum diketahui berapa banyak rudal atau pesawat nirawak yang berhasil dihancurkan.
Otoritas keamanan Kuwait meminta masyarakat tetap tenang dan mematuhi instruksi yang dikeluarkan pemerintah selama situasi keamanan masih berlangsung. Media pemerintah Iran sebelumnya memberitakan bahwa operasi tersebut secara khusus mengincar infrastruktur militer Amerika Serikat di Kuwait. Serangan terhadap Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber menambah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Teluk. Fasilitas militer AS di negara-negara kawasan menjadi sasaran dalam rangkaian serangan balasan Iran. (FAD)