JAKARTA, AFU.ID — Tiga rudal Iran dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania. Serangan pada Jumat (17/7/2026) itu mengenai bangunan prefabrikasi yang digunakan sebagai tempat tinggal personel militer Amerika Serikat. Dua tentara AS tewas, sedangkan seorang lainnya dinyatakan hilang. Empat personel yang terluka sempat dievakuasi ke rumah sakit sebelum diperbolehkan kembali.
“Pada 17 Juli, dua personel militer AS di Yordania tewas dalam tugas saat CENTCOM dan pasukan mitra menghadapi serangan rudal balistik dan drone Iran,” demikian pernyataan Komando Pusat AS atau CENTCOM. Personel militer AS kemudian menemukan sisa jasad yang belum teridentifikasi di lokasi serangan pada Minggu. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah temuan tersebut berkaitan dengan tentara yang masih dinyatakan hilang. CENTCOM belum mengumumkan hasil identifikasi jasad tersebut.
Laporan The Wall Street Journal menyebut serangan terhadap pangkalan itu terjadi tiga kali dalam waktu 24 jam. Rudal yang lolos dari sistem pertahanan menghantam barak tempat pasukan AS ditempatkan. Serangan tersebut menunjukkan Iran masih mampu menembus perlindungan pangkalan meski Washington memiliki sistem pertahanan berlapis di kawasan. Amerika Serikat menempatkan sekitar 50.000 personel militernya di berbagai negara Timur Tengah.
Serangan Iran dilakukan setelah Amerika Serikat kembali menggempur sasaran militer di wilayah Iran sejak 8 Juli 2026. Washington menyatakan serangan itu ditujukan untuk merespons ancaman terhadap kapal komersial di Selat Hormuz. Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS dan menuding Washington melanggar kesepakatan penghentian permusuhan yang dibuat pada Juni. CENTCOM terus melancarkan serangan terhadap pusat komando, lokasi peluncuran rudal, drone, dan pertahanan udara Iran hingga Senin.
Pentagon menyebut hampir 100 personel militer AS mengalami luka dalam rangkaian serangan Iran di kawasan, sebagian besar berupa gegar otak dan cedera ringan. Dua kematian di Yordania menjadi korban langsung dalam serangan terhadap tempat tinggal personel militer. Serangan itu juga mematahkan klaim bahwa pertahanan udara AS dapat sepenuhnya melindungi seluruh pangkalannya dari rudal dan drone Iran. Pemerintah AS belum menjelaskan sistem pertahanan apa yang gagal mencegat tiga rudal tersebut. (RHU)