AFU.ID — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia mulai menunjukkan tanda mereda.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan konflik militer dengan Iran mendekati tahap akhir setelah operasi militer yang dilakukan bersama Israel sejak akhir Februari.
Dalam konferensi pers pada Senin waktu setempat, Trump menyampaikan keyakinannya bahwa tujuan militer Amerika Serikat hampir tercapai. Ia juga memprediksi harga minyak global akan kembali turun setelah sempat melonjak tajam akibat konflik tersebut.
“Kami membuat kemajuan besar untuk menyelesaikan tujuan militer kami,” kata Trump.
Lonjakan ketegangan sebelumnya sempat mengguncang pasar energi dunia. Harga minyak mentah bahkan menembus angka di atas 100 dolar AS per barel selama akhir pekan, memicu kekhawatiran di pasar keuangan global.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat berada di Trump National Doral Club di dekat Miami.
Klaim Kekuatan Militer Iran Lumpuh
Trump juga mengklaim operasi militer Amerika Serikat telah menghantam kemampuan militer Iran secara signifikan. Menurutnya, puluhan kapal angkatan laut Iran telah dihancurkan, sementara kekuatan udara dan sistem pertahanan negara tersebut mengalami kerusakan besar.
“Beberapa orang bahkan bisa mengatakan bahwa misi ini hampir selesai. Kami telah melumpuhkan seluruh kekuatan Iran secara sangat menyeluruh,” ujar Trump.
Ia juga menilai struktur kepemimpinan Iran kini berada dalam kondisi tidak stabil setelah berbagai serangan tersebut.
“Mereka tidak memiliki kepemimpinan. Semuanya telah dihancurkan,” katanya.
Saat ditanya apakah perang akan berakhir dalam waktu dekat, Trump menegaskan konflik belum akan selesai pekan ini, namun ia yakin penutupannya tinggal menunggu waktu.
“Tidak, tapi sangat segera,” ujar Trump.
Ancaman Jika Iran Ganggu Pasokan Minyak
Sebelumnya, seorang pejabat Iran memperingatkan kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz berpotensi menjadi sasaran serangan. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute pengiriman minyak mentah paling penting di dunia.
Trump merespons peringatan itu dengan nada keras. Ia menegaskan Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran mengganggu pasokan energi global.
“Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras sehingga tidak mungkin bagi mereka atau siapa pun yang membantu mereka untuk pulih kembali di wilayah itu,” kata Trump.
Ia menambahkan konflik baru akan berakhir ketika Iran tidak lagi memiliki kemampuan militer untuk menyerang Amerika Serikat, Israel, maupun sekutu mereka.
Trump Juga Bicara dengan Putin
Di tengah konflik tersebut, Trump juga mengungkapkan telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai kemungkinan mengakhiri perang.
Menurut Trump, Putin bahkan menyampaikan sejumlah pandangan terkait situasi militer yang terjadi dan mengakui skala operasi yang dilakukan Amerika Serikat.
“Ini adalah operasi militer yang banyak orang lain tidak akan berani lakukan. Ini adalah keberhasilan militer yang belum pernah dilihat orang sebelumnya,” ujar Trump. (*)