AFU.id

Serangan Houthi di Laut Merah Dibalas Saudi, Yaman Terancam Terseret Perang Regional

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Serangan Houthi terhadap kapal niaga di Laut Merah memicu operasi militer oleh koalisi pimpinan Arab Saudi di Provinsi Hodeidah, Yaman, yang meningkatkan risiko terjadinya konflik regional lebih luas dan mengancam pelayaran di Selat Bab al-Mandab. Pemerintah Yaman mengecam serangan tersebut sebagai terorisme dan menegaskan perlunya melindungi wilayahnya dari ancaman, sementara koalisi Saudi melancarkan serangan terhadap sasaran militer Houthi, meski menegaskan bahwa pelabuhan tetap dibuka untuk perdagangan dan bantuan kemanusiaan. Ketegangan semakin meningkat setelah Houthi mengancam melarang kapal-kapal yang berhubungan dengan Arab Saudi melintasi perairan tersebut.

Serangan Houthi di Laut Merah Dibalas Saudi, Yaman Terancam Terseret Perang Regional
Houthi di Yaman menyatakan segera melakukan blokade maritim di Laut Merah, tepatnya di Selad Aden untuk kapal-kapal milik Saudi. (Foto: Anadolu)

Koalisi Saudi Gempur Sasaran Houthi

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan serangan terhadap sejumlah sasaran militer Houthi di Hodeidah pada Jumat (24/7/2026) malam. Operasi dilakukan setelah kelompok tersebut kembali menyerang kapal niaga di Laut Merah. Koalisi menyatakan Pelabuhan Hodeidah tidak termasuk sasaran. Seluruh pelabuhan Yaman juga diklaim tetap dibuka untuk aktivitas perdagangan dan pengiriman bantuan.

Namun, Houthi menuduh Arab Saudi turut menyerang Pulau Kamaran dan fasilitas telekomunikasi di Hodeidah. Belum ada keterangan mengenai kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut. Ketegangan meningkat setelah Houthi mengancam melarang kapal-kapal yang memiliki hubungan dengan Arab Saudi melintasi Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.

Larangan pelayaran menuju Arab Saudi sebelumnya diumumkan kelompok itu pada Senin. Koalisi Saudi kemudian menjanjikan respons “tegas dan kuat” serta meningkatkan perlindungan bagi kapal yang melewati Bab al-Mandab. Selat tersebut menjadi salah satu jalur penting bagi perdagangan dan pengangkutan energi internasional. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi