JAKARTA, AFU.ID – Amerika Serikat kembali mendesak negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO memenuhi komitmen belanja pertahanan sebesar 5 persen dari Produk Domestik Bruto. Tekanan itu mengemuka saat para pemimpin NATO membuka KTT di Ankara, Turki, Selasa (7/7/26).
Duta Besar AS untuk NATO Matthew Whitaker menyatakan Washington akan terus menagih komitmen setiap anggota aliansi. Menurut dia, perbedaan kapasitas pertahanan antarnegara dapat melemahkan sistem keamanan kolektif NATO ketika ancaman baru, seperti serangan hibrida, pesawat nirawak, dan rudal hipersonik, semakin berkembang.
“Beberapa negara sekutu memikul beban yang lebih besar dibandingkan yang lain, dan Amerika Serikat akan terus mendesak setiap anggota aliansi ini untuk menghormati komitmennya,” tulis Whitaker dalam artikel opininya yang dimuat Fox News, Senin waktu setempat.
Target belanja 5 persen PDB disepakati negara anggota NATO dalam KTT di Den Haag, Belanda, pada 2025. Angka itu terdiri dari sedikitnya 3,5 persen PDB untuk kebutuhan pertahanan inti dan hingga 1,5 persen untuk belanja yang berkaitan dengan keamanan, seperti perlindungan infrastruktur penting, penguatan jaringan, ketahanan sipil, inovasi, dan industri pertahanan.
Kesepakatan tersebut memberi tenggat hingga 2035 bagi negara anggota untuk memenuhi target. NATO juga meminta setiap anggota menyerahkan rencana tahunan yang menunjukkan jalur peningkatan belanja secara bertahap dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada pembukaan KTT Ankara meminta negara anggota membawa rencana yang jelas dan kredibel untuk mengejar target tersebut. Permintaan itu muncul ketika sejumlah negara Eropa masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk meningkatkan belanja militer secara signifikan.
Presiden AS Donald Trump selama ini berulang kali menilai sejumlah anggota Eropa belum memikul beban pertahanan secara seimbang. Pemerintah AS mendorong peningkatan kontribusi anggota NATO agar aliansi tidak terlalu bergantung pada pembiayaan dan kekuatan militer Washington.
KTT NATO di Ankara berlangsung hingga Rabu. Pertemuan itu dijadwalkan membahas pelaksanaan target belanja pertahanan, penguatan industri pertahanan, serta respons aliansi terhadap ancaman keamanan di Eropa dan kawasan sekitarnya. (RHU)