JAKARTA, AFU.ID — Korban meninggal akibat runtuhnya gedung dalam konstruksi di Angeles City, Pampanga, Filipina, bertambah menjadi 23 orang. Tim penyelamat kembali menemukan korban dari reruntuhan pada Rabu, (3/6/2026), setelah operasi pencarian berlangsung lebih dari sepekan.
Gedung sembilan lantai itu runtuh pada 24 Mei 2026 di Barangay Balibago, Angeles City. Otoritas setempat masih memakai alat berat untuk membuka akses ke area yang tertutup puing beton dan besi bangunan.
GMA News sebelumnya melaporkan satu bayi ikut ditemukan dalam reruntuhan saat jumlah korban meninggal naik menjadi 21 orang. Sehari kemudian, laporan terbaru menyebut korban terus bertambah setelah tim menemukan jasad lain di lokasi.
Bangunan tersebut masih dalam tahap konstruksi saat ambruk. Pada awal insiden, otoritas memperkirakan puluhan orang terjebak di bawah reruntuhan, sebagian besar pekerja bangunan.
Pemerintah kota kini menyelidiki penyebab runtuhnya gedung. Pemeriksaan diarahkan pada izin bangunan, struktur proyek, dan kemungkinan pelanggaran keselamatan kerja.
Menurut pemerintah setempat, izin pembangunan hanya mencakup hotel setinggi sembilan lantai. Namun, di lokasi ditemukan pekerjaan kolam renang di lantai tambahan yang disebut sebagai lantai sepuluh.
Temuan itu membuat perkara tidak berhenti sebagai bencana konstruksi. Runtuhnya bangunan kini mengarah pada pertanyaan tentang pengawasan izin, keselamatan pekerja, dan tanggung jawab pemilik proyek.
Reuters sebelumnya melaporkan Departemen Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan Filipina pernah mengeluarkan penghentian kerja pada 2025. Penghentian itu dilakukan setelah inspektur menemukan sejumlah pelanggaran standar keselamatan dan kesehatan kerja.
Perintah penghentian kemudian dicabut setelah perusahaan disebut memenuhi ketentuan. Namun, runtuhnya gedung tersebut membuat riwayat pengawasan proyek kembali menjadi bagian penting dalam penyelidikan.
Tragedi Angeles City memperlihatkan risiko fatal ketika proyek bangunan bertingkat tidak diawasi ketat. Korban tidak hanya datang dari pekerja, tetapi juga warga dan penghuni bangunan di sekitar lokasi proyek.
Hingga kini, otoritas Filipina masih melanjutkan pencarian dan identifikasi korban. Pemerintah setempat menyatakan penyebab pasti runtuhnya gedung baru dapat ditetapkan setelah penyelidikan teknis selesai. (RHU)