Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID - Iran berencana melakukan perubahan terhadap draf nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang tengah dibahas dengan Amerika Serikat (AS) setelah menerima respons terbaru dari Washington.
Kantor berita semi resmi Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui proses negosiasi tersebut, melaporkan bahwa Teheran akan mengajukan revisinya sendiri terhadap draf kesepakatan dan menegaskan bahwa belum ada keputusan final yang dicapai kedua pihak.
Sumber tersebut menyatakan Iran hanya akan menerima draf yang sesuai dengan persetujuannya. Karena itu, perubahan yang dilakukan AS dalam dokumen tersebut tidak otomatis mendapat persetujuan dari Teheran.
Sebelumnya, sejumlah media AS melaporkan bahwa Washington telah merevisi beberapa bagian dalam rancangan perjanjian dan mengirimkan versi terbaru kepada Iran. Laporan itu menyebut Presiden AS Donald Trump memiliki keberatan terhadap sejumlah poin, termasuk terkait pelepasan aset Iran yang dibekukan.
Selain itu, Trump disebut menginginkan persyaratan yang lebih ketat dalam MoU, terutama mengenai pengaturan material nuklir milik Iran.
Iran dan AS saat ini dilaporkan tengah berupaya menyelesaikan MoU untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Kedua negara mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara pada 8 April. Dalam beberapa pekan terakhir, mereka terus bertukar proposal yang berisi syarat-syarat penyelesaian konflik melalui mediasi Pakistan. (ANT/FAD).